JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Menjelang hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumenep, KH. Qusyairi Zaini, SS menghimbau agar masyarakat tetap menjaga kerukunan antar umat beragama ataupun antara sesama agama dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang Kondusif.
Hal tersebut terkait dalam menentukan jatuhnya 1 Syawal 1444 hijriah yang tentunya di tahun 2023 pasti ada perbedaan antara ketetapan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah tanggal 22 April 2023.
Perihal tersebut diungkapkan oleh Ketua FKUB Sumenep, KH. Qusyairi Zaini, SS pada acara kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan pengurus DPC PDIP Sumenep di Jalan Lingkar Barat Desa Babbalan Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Rabu (19/04/2023) kemarin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi, janganlah perbedaan dalam penentuan 1 Syawal 1444 Hijriah ini dijadikan pemicu untuk saling bertikai, saling menyalahkan sehingga merusak kebahagiaan dan kekhidmatan momen hari raya Idul Fitri,” tegas Kiai Muda itu
Bagaimanapun perbedaan itu akan selalu ada kata Gus Qusyairi lebih jauh menjelaskan, karena masing-masing manusia atau kelompok memiliki dasar argumen yang ia yakini.
“Daripada bertikai, saling menyalahkan, mending kita sambung tali silaturahmi dan saling memaafkan. Karna perbedaan itu Rahmatallilalamin,” ujarnya.
Pengasuh Ponpes Hidayatul Ulum Utara Gadu Barat Ganding itu mengatakan, hendaknya hari raya Idul Fitri tahun ini dijadikan momentum untuk selalu membangun dan merawat kerukunan antar umat beragama.
“Karna pesan moral daripada Idul Fitri itu kembali Fitrah suci kemanusiaan. Dengan demikian manusia dituntut untuk saling menyayangi sesamanya atas dasar kemanusiaan,” imbuhnya.
Lebih lanjut pengasuh Ponpes Hidayatul Ulum Gadu Barat Ganding menambahkan bahwa momentum hari raya Idul Fitri itu menumbuhkan kesadaran kita ini sebagai manusia yang telah lulus menjalani pendidikan selama di bulan suci Ramadhan. Dimana kita ini adalah makhluk sosial yang saling memiliki keterikatan antara satu dengan lainnya.
“Oleh karena itu menjadi penting bagi kita semua adalah untuk saling menghormati manusia lainnya atas dasar kemanusiaan,” pungkasnya.
Dirinya juga berharap agar masyarakat untuk tidak terpancing oleh isu-isu yang berpotensi memunculkan perpecahan dan adu domba, seiring dengan perjalanan di tahun-tahun politik menjelang pemilu tahun 2024. (REDJAVA****)








