JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kamis pagi yang semestinya tenang di Dusun Lojikantang, Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, mendadak berubah menjadi kepanikan dan duka mendalam.
Sekitar pukul 08.30 WIB, ledakan keras mengguncang permukiman warga.
Sumbernya: tabung gas elpiji yang diduga bocor. Seketika, kobaran api melahap rumah milik Slamet Riyadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Musibah ini menelan satu korban jiwa dan melukai empat orang lainnya.
Di balik puing dan asap, keluarga korban kini menanggung beban luka fisik dan batin yang tak terbayarkan.
Namun, di tengah duka itu, cahaya kemanusiaan menyusup.
Kamis sore, sekitar pukul 16.00 WIB, tim Seksi Dokkes Polres Sumenep hadir bukan sebagai penyelidik, melainkan sebagai pengobat luka.
Mereka memberikan pelayanan medis bagi korban luka ringan dan trauma healing kepada keluarga terdampak, terutama anak-anak.
Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP Widiarti, S.H., menyatakan bahwa kehadiran Polri tak hanya dalam kapasitas penegakan hukum.
“Kami turut merasakan duka warga. Kehadiran ini adalah bentuk empati dan tanggung jawab moral kepada masyarakat yang tengah tertimpa musibah,” kata AKP Widiarti, SH dalam grup Mitra Humas Polres Sumenep, Jum’at (02/04/2025).
Selain menangani luka fisik, tim Dokkes juga memprioritaskan pemulihan psikologis korban, terutama anak-anak yang mengalami trauma berat.
“Proses penyelidikan terhadap penyebab kebakaran masih berlangsung, sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta,” pungkasnya. (REDJAVA****)









