JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah gemuruh dunia yang semakin riuh dengan kompetisi dan ambisi, masih ada mereka yang memilih jalan sunyi: jalan memberi tanpa pamrih, jalan menebar cinta dalam bentuk nyata.
Itulah yang dilakukan Redaksi Detikzone.id, yang secara tulus menghibahkan sebidang tanah miliknya untuk membangun musholla sederhana bagi warga di Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jumat (30/5/2025).
Bukan karena berkelebihan harta. Bukan pula karena ingin dipuji. Tapi karena hati yang lapang dan cinta yang tak terbendung untuk sesama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan tentang besar kecilnya pemberian. Tapi tentang niat untuk memberi yang terbaik, meski dari keterbatasan,” ungkap Pemimpin Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, Sabtu (31/05/2025).
Di atas tanah seluas 10 meter persegi itu, akan berdiri sebuah musholla kecil, tapi penuh harap dan doa. Material seperti semen, batu, dan keramik telah siap. Sabtu (31/5/2025), pembangunan akan dimulai.
“Bismillah, ini untuk umat. Sebagai tempat ibadah, tempat berkumpul, tempat memulai dan mengakhiri hari dengan doa,” lanjut Igusty.
Tak hanya itu, Detikzone.id juga akan membangun jalan sepanjang 50 meter menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di desa tersebut.
Bukan sembarang makam, tapi tempat peristirahatan terakhir para kiai, tokoh masyarakat, bahkan yang diyakini sebagai waliyullah.
“Saya merasa punya utang pada tanah ini, pada orang-orang saleh yang dimakamkan di sana. Inilah cara kami membayar dengan amal,” katanya.
Meski hanya seorang jurnalis biasa, tanpa gaji seperti pegawai negeri, Igusty memilih menabung bukan untuk kekayaan pribadi, tapi untuk bekal akhirat. Ia dan istrinya telah lama satu suara: hidup harus bermakna.
“Kami percaya, rezeki datang dari tangan-tangan orang baik yang Allah kirimkan. Tugas kita hanya bersyukur dan menyisihkan sebagian untuk kebaikan,” ucapnya.
Program-program kemanusiaan pun disiapkan: renovasi musholla keliling di desa-desa, santunan yatim piatu setiap bulan, pemberdayaan anak-anak putus sekolah, hingga pengadaan ambulans umat yang akan siaga di saat masyarakat membutuhkan pertolongan darurat.
“Kami tidak ingin dikenang karena jabatan atau karya jurnalistik kami. Kami hanya ingin dikenang sebagai orang yang sempat berbuat baik, meski hanya setetes,” tuturnya.
Igusty juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para relasi dan mitra yang selama ini mendukung langkah-langkah kecil tapi bermakna yang mereka lakukan.
“Ketika niat baik dijaga, semesta akan mengirim bantuan dari arah yang tak disangka. Itulah keajaiban dari ikhlas,” pungkasnya. (REDJAVA****)








