Tak Kenal Kopromi dan Negosiasi, 35 Perahu Nelayan Usir Kapal Seismik PT KEI dari Laut Pulau Kangean

- Redaksi

Rabu, 8 Oktober 2025 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tak Kenal Kopromi dan Negosiasi, 35 Perahu Nelayan Usir Kapal Seismik PT KEI dari Laut Pulau Kangean

Tak Kenal Kopromi dan Negosiasi, 35 Perahu Nelayan Usir Kapal Seismik PT KEI dari Laut Pulau Kangean

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Aliansi nelayan dan masyarakat pulau kangean diresahkan oleh aktifitas sebuah kapal induk, yang mana diduga kuat sedang melakukan kegiatan survei seismik dan rencana eksploitasi minyak dan gas bumi (Migas) di perairan laut zona tangkap nelayan.

Berawal dari terganggunya pekerjaan nelayan dan keresahan masyarakat akibat dari aktifitas kapal-kapal perusahaan serta semangat penolakan tak kenal kompromi dan negosiasi, sejumlah nelayan bersama aktivis melakukan demo aksi laut jilid dua (II), dengan mengerahkan 55 unit perahu nelayan untuk mengusir kapal-kapal yang diketahui adalah pengikut (Rekanan) PT. Kangean Energy Indonesia Ltd (PT. KEI) yang sedang beroperasi melakukan survei seismik 3D dan rencana eksploitasi Migas di wilayah kangean barat (west kangean area), Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Rabu (8/10/2025).

Baca Juga :  Jum'at Penuh Berkah, KBS Bagikan 40 Nasi BUNGTURAT untuk Kaum Dhuafa

Ahmad Yani, korlap demo aksi laut jilid II bersama ratusan nelayan dan masyarakat pulau kangean menyampaikan, bahwa aksi laut jilid II yang dilakukan nelayan bersama masyarakat kemaren, Selasa (7/10), bermula dari terganggunya serta keresahan masyarakat dan nelayan atas aktifitas survei seismik di perairan laut zona tangkap nelayan, khususnya nelayan pulau mamburit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aksi laut jilid II ini kami lakukan berdasarkan kenyataan di laut dan keluahan masyarakat nelayan pulau mamburit. Bahwa kapal-kapal (Antek PT. KEI) itu sangat meresahkan dan mengganggu nelayan yang hendak nangkap ikan,” ujar Ahmad Yani pejuang tolak Migas kangean sejak beberapa tahun silam.

Menurutnya, pemerintah kabupaten Sumenep dan Jawa Timur (Bupati dan Gubernur) sudah seharusnya mendengar aspirasi penolakan atas survei seismik dan rencana eksploitasi Migas Kangean.

Baca Juga :  KPU Sumenep Kembali Gelar Media Gathering Bersama Media

Penolakan masyarakat kangean yang begitu masif tak kenal negosiasi dan kompromi. Ini sudah jelas bahwa PT. KEI tidak mendapatkan hak operasi (HO) dari masyarakat kangean.

Sedang dokumen lingkungan berupa Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), pihak PT. KEI tidak pernah ditunjukkan ke ruang publik. Bahwa terkait UKL dan UPL pada tambang migas dapat diakses dan diketahui oleh publik. Jadi, masyarakat berhak tahu.

“Semua itu, atas dasar undang-undang dan peraturan perundang-undangan turunannya sudah sangat jelas bahwa, berdasarkan UU no1 tahun 2014  tentang pengelolaan wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil, pengertian pulau-pulau kecil ialah, pulau-pulau yang luasnya 2000km² tidak boleh dilakukan penambangan, dan Kangean luasnya kurang lebih 600km², yang merupakan termasuk pulau-pulau kecil yang tidak boleh ditambang. Oleh karenanya tidak ada negosiasi dan kompromi dari kami, masyarakat yang menolak seismik dan eksploitasi Migas Kangean. Pemerintah dalam hal ini Bupati Sumenep dan Gubernur Jatim, harus mencabut segala bentuk dokumen persetujuan dengan pihak SKK Migas dan perusahaan KEI,” tegasnya.

Baca Juga :  Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Saronggi, Dinsos P3A Sumenep Gercep Salurkan Bantuan

Yani juga tidak mempersoalkan jika pemerintah ingin menggelar forum dialog terbuka dengan masyarakat Kangean, dengan tujuan agar konflik Migas Kangean ada ujung akhirnya.

“Kalau mau dialog, silahkan pemerintah tentukan waktunya, dan kami (masyarakat kangean) yang menentukan tempatnya,” pungkasnya.

Sementara, karena keterbatasan akses, media ini belum mendapatkan keterangan dari pihak PT. KEI. Namun akan diupayakan untuk dilakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak PT. KEI ataupun pihak terkait lainnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU