SUMENEP – Semangat tahun ajaran baru 2026/2027 terasa begitu hidup di SMP Negeri 2 Sumenep. Sebanyak 320 peserta didik baru resmi mengawali perjalanan pendidikan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026, sebuah program yang tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan karakter, memperkuat nilai budaya, serta menghadirkan keterlibatan keluarga sejak hari pertama belajar.
Selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, seluruh peserta dibagi ke dalam sepuluh gugus untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang mengacu pada pedoman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Berbagai materi disusun agar siswa mampu mengenal budaya sekolah, memahami tanggung jawab sebagai pelajar, serta membangun rasa percaya diri sejak memasuki gerbang pendidikan menengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SMP Negeri 2 Sumenep, Syaiful Rijal Alinata, S.Pd, mengatakan bahwa konsep MPLS Ramah sengaja dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman pertama yang menyenangkan sekaligus membangun karakter yang kuat.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman awal sekolah yang positif. Murid baru diharapkan mengenal budaya sekolah, memahami nilai kebersamaan, dan tumbuh menjadi peserta didik yang berkarakter,” kata Syaiful Rijal.
Tidak sekadar mengenalkan ruang kelas dan fasilitas sekolah, para siswa juga menerima pembekalan mengenai Wawasan Wiyata Mandala, literasi digital, penggunaan media sosial secara sehat, bahaya judi online, pencegahan penyalahgunaan NAPZA, hingga pendidikan karakter yang disampaikan secara interaktif oleh para guru SMP Negeri 2 Sumenep.
Nuansa berbeda tampak sejak hari pertama pelaksanaan MPLS. Seluruh peserta mengenakan busana adat Madura pada pembukaan kegiatan, sementara penggunaan Bahasa Madura dihadirkan dalam sejumlah sesi sebagai bagian dari upaya sekolah melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas generasi muda di tengah perkembangan zaman.
“Budaya daerah harus menjadi bagian dari kehidupan peserta didik. Melalui MPLS Ramah, kami ingin mereka bangga terhadap identitas Madura sekaligus tetap memiliki wawasan yang luas,” ujarnya.
Momentum hari pertama sekolah juga dipadukan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Sumenep.
Sejak pagi, puluhan ayah tampak mendampingi putra-putrinya memasuki lingkungan sekolah, menciptakan suasana hangat yang memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara keluarga dan dunia pendidikan.
Kehadiran para orang tua mendapat apresiasi dari pihak sekolah karena dinilai menjadi dukungan moral yang sangat berarti bagi anak-anak yang tengah memasuki fase baru dalam dunia pendidikan.
“Alhamdulillah, banyak para ayah yang hadir mengantar anaknya ke sekolah. Ini menjadi bukti bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kerja sama yang erat antara sekolah dan keluarga,” tutup Syaiful Rijal.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah 2026, SMP Negeri 2 Sumenep berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan cepat, memiliki karakter yang tangguh, menjunjung tinggi nilai akademik, serta tumbuh menjadi generasi yang mencintai budaya daerah tanpa kehilangan kemampuan menghadapi tantangan era digital.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang ramah anak, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan sumber daya manusia yang unggul.








