JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar live testing e-Catalog Versi 6, sistem terbaru dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Uji coba ini melibatkan LPSE (PBJ), BKAD, Puskesmas Pandian (pilot project), dan Bank Jatim Sumenep, sebagai bagian dari kesiapan implementasi sistem digital yang lebih transparan dan efisien.
E-Catalog Versi 6 dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan resmi diluncurkan pada 28 Maret 2024.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sistem ini didesain untuk mempercepat dan menyederhanakan proses e-purchasing, sekaligus meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi transaksi belanja pemerintah.
Dalam uji coba ini, peserta mengeksplorasi berbagai fitur baru, antara lain:
✔ Responsivitas lebih tinggi untuk pengalaman pengguna yang lebih cepat dan nyaman.
✔ Pelacakan pengiriman dan pembayaran secara real-time, meningkatkan transparansi.
✔ Integrasi pengadaan dan pembayaran dalam satu dasbor, mempermudah proses transaksi.
✔ Informasi produk lebih lengkap dan terintegrasi, termasuk supplier dan riwayat pembelian.
Dengan fitur-fitur tersebut, sistem ini diharapkan membawa manfaat besar, seperti:
✅ Efisiensi pengadaan, mempersingkat proses belanja barang dan jasa pemerintah.
✅ Transparansi tinggi, mencegah potensi penyimpangan dalam transaksi.
✅ Pengelolaan anggaran lebih efektif, mendukung e-audit dan monitoring real-time.
✅ Mendukung tata kelola pemerintahan modern, sejalan dengan program digitalisasi nasional.
Kebijakan pemerintah menetapkan bahwa e-Catalog Versi 6 akan diwajibkan bagi seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mulai 1 Januari 2025.
Oleh karena itu, Kabupaten Sumenep melakukan uji coba ini untuk memastikan kesiapan perangkat daerah dalam mengadopsi sistem baru ini.
Menurut Rizal dari Bank Jatim, sistem pembayaran dalam e-Catalog Versi 6 telah disinkronkan dengan layanan perbankan, sehingga transaksi lebih cepat, aman, dan terdokumentasi dengan baik.
“Kami siap mendukung implementasi e-Catalog ini di Sumenep. Dengan digitalisasi pengadaan, belanja pemerintah akan lebih efisien dan akuntabel,” ujar Rizal kepada media ini, Rabu (05/03/2025).
Sementara itu, Pemimpin Cabang Bank Jatim Sumenep, Arif Firdausi, menambahkan bahwa pihaknya siap memfasilitasi sistem pembayaran yang terintegrasi dengan e-Catalog Versi 6 guna memastikan kelancaran transaksi belanja pemerintah daerah.
“Kami berkomitmen untuk mendukung digitalisasi pengadaan ini dengan menyediakan layanan perbankan yang aman, cepat, dan efisien. Dengan sistem baru ini, pencairan dana akan lebih terstruktur, dan setiap transaksi terdokumentasi dengan baik, sehingga akuntabilitas semakin meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arif Firdausi menjelaskan bahwa dengan adanya sistem pembayaran digital yang langsung terhubung ke perbankan, risiko keterlambatan pembayaran kepada vendor dapat diminimalisir. Hal ini akan mendorong ekosistem pengadaan yang lebih sehat dan kompetitif, di mana pelaku usaha, terutama UMKM, mendapatkan kepastian dalam transaksi dengan pemerintah.
“Bank Jatim terus berinovasi dalam layanan keuangan digital agar sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam modernisasi sistem pengadaan. Kami berharap sinergi ini bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” tutupnya.
Uji coba e-Catalog Versi 6 di Sumenep ini menjadi bagian dari persiapan pemerintah daerah dalam mengadopsi sistem pengadaan yang lebih transparan dan efisien, sekaligus mendukung implementasi penuh mulai 1 Januari 2025. (REDJAVA****)








