Sumenep Menangis: Lantaran Sifat Tamak yang Tak Pernah Puas

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahrus Ali Wartawan Olahraga

Mahrus Ali Wartawan Olahraga

JAVANETWORK.CO.ID.OPINI – Dulu, saat saya masih duduk di bangku Madrasah, ada satu pelajaran yang cukup berkesan. Namanya Aqidah Akhlak, yang salah satu babnya mengupas tuntas tentang sifat tamak dan rakus. Dan, sejujurnya, sifat-sifat ini bisa dibilang adalah dua karakter yang sangat layak untuk diposisikan di urutan pertama dalam daftar akhlak tercela.

Lantas, apakah Sumenep kini sedang menangis karena dihadapkan dengan sifat-sifat ini? Mari kita simak dengan penuh rasa ingin tahu, walau penuh rasa sinis.

Penyebab tangisan Sumenep bukanlah karena cuaca yang buruk atau kesulitan ekonomi, tetapi lebih kepada kondisi politik dan sosial yang tak kunjung stabil, di mana segala hal berakhir dengan “keinginan lebih” yang tak terkontrol.

Misalnya, kasus BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) yang lebih sering dipahami sebagai jalan pintas untuk mengisi kantong pribadi, daripada untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Tentu saja, di tengah keruwetan tersebut, muncul pula wabah campak yang tanpa malu-malu menginfeksi, seolah-olah ingin ikut-ikutan menunjukkan betapa banyaknya masalah yang dapat ditemukan di daerah ini.

Tak cukup sampai di sana, berbagai event besar yang digelar, katanya sih untuk meningkatkan pariwisata, malah menjadi ajang pemborosan yang tak jelas output-nya

Baca Juga :  Dugaan Rem Blong, Nyawa Sopir Pick Up Melayang di Jalan Terjal Pragaan

Acara yang digadang-gadang bisa membawa keuntungan ekonomi, malah hanya menjadi ladang bagi para penyelenggara untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Bukankah ini sudah menjadi kebiasaan? Acara seremonial yang menggugurkan kewajiban administrasi, namun tak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dalam dunia yang penuh dengan kecanggihan ini, siapa yang peduli dengan masalah-masalah seperti itu?

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pun sudah mengingatkan untuk tidak mengadakan acara seremonial yang hanya buang-buang anggaran. Namun, apakah siapa pun yang memiliki kekuasaan mendengarkan? Tampaknya Sumenep justru semakin tenggelam dalam lautan “ketamakannya”. Kita kembali pada konsep tamak itu sendiri: merasa kurang, terus-menerus merasa kurang, meskipun sudah memiliki segala sesuatu.

Baca Juga :  Penerima BSPS Dililit Utang, Ainur : Komisi 3 DPRD Sumenep Diharap Responsif Atasi Isu Bancakan BSPS

Siapa yang tamak di sini? Siapa yang merasa belum puas dengan semua yang ada? Tentu saja, bukan masyarakat Sumenep yang terbawa arus kemiskinan dan ketidakadilan.

Tapi mereka yang duduk di kursi empuk kekuasaan, yang tahu betul bahwa semakin banyak acara seremonial, semakin banyak pula anggaran yang bisa dikendalikan. Ah, Sumenep menangis, bukan karena tak ada yang peduli, tetapi karena terlalu banyak yang terbuai oleh nafsu tak berkesudahan. (REDJAVA****)

Penulis : Mahrus Ali Wartawan Olahraga, 18 September 2025

Editor : REDJAVA

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Perpusling Sumenep Bikin Suasana Sekolah Berubah, Buku dan Olahraga Jadi Magnet Siswa SDN Kebunan 1
DPMPTSP Sumenep Gelar SALEHA, Dorong Pelaku Usaha Sadar Legalitas dan Naik Kelas
Laga Mini Soccer Forkopimda vs BMPD di Sumenep Jadi Ajang Perkuat Silaturahmi
Camat Guluk-Guluk Dorong Anak Berani Berkreasi di Hari Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai
Dispusip Sumenep Bangun Generasi Literat, Pembekalan Lomba Bertutur Jadi Jalan Menumbuhkan Keberanian Sejak Dini
Dandim Sumenep Tinjau Lima Sumur Bor di Raas, Ikhtiar TNI Hadirkan Air Bersih untuk Warga Kepulauan
Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026: Polisi Sumenep Ringkus Pria Bawa Sabu 4,28 Gram
Prestasi Gemilang MAN Sumenep, Borong 3 Penghargaan KPPN di Tengah Persaingan 138 Satker

BERITA TERKAIT

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Perpusling Sumenep Bikin Suasana Sekolah Berubah, Buku dan Olahraga Jadi Magnet Siswa SDN Kebunan 1

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:23 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar SALEHA, Dorong Pelaku Usaha Sadar Legalitas dan Naik Kelas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Laga Mini Soccer Forkopimda vs BMPD di Sumenep Jadi Ajang Perkuat Silaturahmi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Camat Guluk-Guluk Dorong Anak Berani Berkreasi di Hari Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Dispusip Sumenep Bangun Generasi Literat, Pembekalan Lomba Bertutur Jadi Jalan Menumbuhkan Keberanian Sejak Dini

BERITA TERBARU