Sumenep Dorong Pengembangan Maritim, Dukung Budidaya Lobster 10 Juta Ekor di Teluk Pangelek

- Redaksi

Rabu, 8 Januari 2025 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekonomi berbasis maritim. Salah satu langkah strategisnya adalah mendukung rencana ambisius Bandar Laut Dunia (Balad) Grup dalam membudidayakan 10 juta lobster di Teluk Pangelek, Desa Saobi, Kecamatan Kangayan.

Menurut Fauzi, pemerintah daerah membuka pintu investasi selebar-lebarnya bagi pihak yang serius membawa manfaat nyata bagi masyarakat Sumenep. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan yang diambil bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan yang memiliki potensi besar seperti Teluk Pangelek.

“Kami sangat mendukung setiap investasi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Saat ini kami tengah menjalin komunikasi dengan Balad Grup untuk memastikan semua aspek teknis proyek ini, termasuk uji coba kadar air di lokasi,” ujar Bupati Fauzi, Rabu (08/01/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teluk Pangelek diproyeksikan menjadi pusat pengembangan budidaya lobster dengan lahan seluas 54 hektare. Dalam rencana Balad Grup, area tersebut akan dibagi menjadi tiga zona utama diantaranya 20 hektare untuk budidaya 5 juta benih lobster (BBL), 20 hektare untuk keramba lobster dewasa berkapasitas 5 juta ekor, 14 hektar dialokasikan untuk infrastruktur dan akses jalan.

Baca Juga :  Penyaluran BLT-DD Pertama di Desa Matanair Rubaru Sukses Dilaksanakan

Sistem budidaya yang digunakan mengandalkan keramba dengan 50 lubang per unit, di mana setiap lubang dapat diisi hingga 500 ekor lobster. Dengan sistem ini, lahan seluas 1 hektare mampu menampung hingga 250.000 benih lobster.

Sementara itu, Khailur E. Abdullah Sahlawy, owner Balad Grup, menjelaskan bahwa proyek budidaya lobster ini merupakan langkah besar yang diproyeksikan memiliki nilai ekonomi hingga Rp1.000 triliun. Selain fokus di Teluk Pangelek, pihaknya merencanakan ekspansi ke 15 teluk di gugusan Kangean dengan total luas lahan mencapai 8.000 hektare untuk budidaya 500 juta ekor lobster.

Baca Juga :  Dilapangan Tunas Muda Paberasan, Bupati Fauzi Buka Lomba Burung Perkutut se-Madura 2024

Tak hanya itu, Balad Grup juga telah mempersiapkan pengembangan lebih lanjut ke sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Maluku, dan Bangka Belitung. Ekspansi ini tidak hanya mencakup budidaya lobster, tetapi juga kerapu dan teripang, dengan target operasional dimulai pada Agustus 2025.

“Kami optimis bahwa proyek ini tidak hanya membawa dampak ekonomi yang besar, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut,” ujar Khailur.

Budidaya lobster di Teluk Pangelek merupakan langkah awal dalam menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai pusat ekonomi maritim nasional. Dengan potensi alam yang melimpah, strategi ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir serta mendukung keberlanjutan sektor kelautan.

Baca Juga :  Hadiri Konfercab PC PMII Sumenep ke XIX, Wakapolres Sumenep : Jadilah Mahasiswa Yang Terus Kreatif dan Inovatif

Tahap uji coba kadar air yang kini dilakukan di Teluk Pangelek menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan lingkungan sebelum proyek skala besar ini direalisasikan. Jika berhasil, Teluk Pangelek akan menjadi model pengembangan budidaya lobster berbasis teknologi modern yang berkelanjutan.

“Dukungan penuh dari pemerintah daerah, dikombinasikan dengan keahlian teknis Balad Grup, menjadi sinergi yang diharapkan membawa perubahan besar dalam sektor kelautan Indonesia, sekaligus mengukuhkan Sumenep sebagai salah satu poros maritim terkemuka di tanah air,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bukan Sekadar Trofi, Plt Kadisperkimhub Sumenep Sebut Makna di Balik Juara Turnamen Voli
Lomba Dayung Sampan Meriahkan Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi: Warisan Budaya Adalah Jiwa Daerah
Polantas Menyapa di Sumenep, Polisi Ajak Warga Jadikan Keselamatan sebagai Budaya di Jalan
Rakorcab PDI Perjuangan Sumenep Jadi Momentum Panaskan Mesin Partai
Cabe Jamu Sumenep Dibidik Tembus Pasar Dunia, Kemensos Berdayakan 220 KPM Jadi Petani Mandiri
Semarak Sape Sonok 2026 di Sumenep, Staf Ahli Bupati Bicara Budaya hingga Ekonomi Lokal
Polisi Sumenep Sikat Peredaran Miras, 17 Botol Arak Bali Diamankan
Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 931/KJ Padamkan Kebakaran Lahan di Kebunan

BERITA TERKAIT

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:06 WIB

Bukan Sekadar Trofi, Plt Kadisperkimhub Sumenep Sebut Makna di Balik Juara Turnamen Voli

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Lomba Dayung Sampan Meriahkan Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi: Warisan Budaya Adalah Jiwa Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Polantas Menyapa di Sumenep, Polisi Ajak Warga Jadikan Keselamatan sebagai Budaya di Jalan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Rakorcab PDI Perjuangan Sumenep Jadi Momentum Panaskan Mesin Partai

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Cabe Jamu Sumenep Dibidik Tembus Pasar Dunia, Kemensos Berdayakan 220 KPM Jadi Petani Mandiri

BERITA TERBARU