JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP – Di ujung timur laut Kabupaten Sumenep, gugusan pulau yang memesona tengah menanti secercah perhatian. Namanya Kangean, wilayah kepulauan yang kaya akan keindahan alam, warisan budaya, dan keramahan masyarakatnya. Sementara geliat pembangunan pariwisata terus tumbuh di wilayah daratan, Kangean menatap ke depan dengan semangat dan harapan yang tak pernah padam.
Kabupaten Sumenep sendiri telah menorehkan langkah positif dalam sektor pariwisata. Melalui Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan 2018–2025, arah kebijakan menjadi lebih terarah dan berkelanjutan. Hasilnya pun mulai terlihat: triwulan pertama 2025 mencatatkan pemasukan pariwisata sebesar Rp337 juta, sebuah capaian yang menunjukkan geliat sektor ini di tengah berbagai tantangan.
Langkah-langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mengembangkan destinasi daratan memang patut diapresiasi. Dari Pantai Lombang hingga Keraton Sumenep, berbagai titik wisata semakin tertata dan dikenal luas, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi berbasis budaya dan alam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, suara lembut dari Kangean pun perlahan mulai terdengar. Dengan destinasi seperti Pantai Tanjung Pongka’, Air Terjun Olbe’, dan sumber air alami yang menyejukkan, Kangean menyimpan potensi luar biasa untuk menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata Sumenep.
“Kami di sini memiliki alam yang indah, dan masyarakat yang antusias terhadap wisata. Kami berharap suatu saat nanti ada pembangunan yang juga menyentuh pulau kami,” ujar seorang warga Desa Arjasa dengan nada penuh optimisme.
Tidak ada keluhan, apalagi kritik. Yang ada hanyalah harapan dan kepercayaan bahwa pembangunan akan menjangkau semua penjuru wilayah, termasuk kepulauan yang selama ini menjadi bagian integral dari wajah Sumenep. Prinsip pemerataan pembangunan inilah yang kini menjadi semangat bersama menuju pariwisata yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Menurut David Harrison, pakar pariwisata dari University of North London, pariwisata yang dirancang dengan baik tidak hanya menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kesadaran budaya dan lingkungan masyarakat lokal. Dalam konteks ini, pelibatan wilayah kepulauan seperti Kangean adalah langkah penting agar seluruh masyarakat dapat ikut merasakan manfaatnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep pun diyakini memiliki visi yang luas dan inklusif. Langkah-langkah yang telah diambil sejauh ini menjadi landasan yang kuat untuk melangkah lebih jauh, termasuk menjangkau kawasan kepulauan yang menyimpan keunikan tersendiri.
Kangean bukan sekadar pulau di timur. Ia adalah halaman depan yang memperkaya identitas Kabupaten Sumenep. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata, bukan tidak mungkin Kangean akan tumbuh sebagai destinasi unggulan masa depan.
Sumenep sedang menulis kisah keemasannya di sektor pariwisata. Dan Kangean, dengan segala potensinya, siap menjadi bagian dari cerita indah itu. Saatnya menyatukan langkah, membangun bersama, dan memastikan tak ada satu pun wilayah yang tertinggal dalam perjalanan ini. (REDJAVA****)
Penulis : Alya Ayliyani Mahasiswa Administrasi Publik. Univ. Wiraraja Asal Pulau Kangean 10 Juni 2025
Editor : REDJAVA








