JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Layanan darurat SiLaPor 112 Sumenep kembali menjadi tumpuan masyarakat dalam menghadapi situasi berbahaya. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, sedikitnya tiga laporan darurat masuk secara beruntun: mulai dari evakuasi tawon vespa yang meresahkan hingga kebakaran lahan yang hampir menjalar ke rumah warga.
Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (29/8/2025) sore, di Desa Talango, Kecamatan Talango. Seorang warga bernama Abi melaporkan keberadaan koloni tawon vespa yang bersarang di pohon dekat rumahnya, tepat di pertigaan Asta Yusuf. Serangan tawon jenis ini dikenal berbahaya, bahkan berpotensi mematikan. Tim Damkar segera diterjunkan untuk melakukan penanganan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keesokan paginya, Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 08.25 WIB, warga Kelurahan Pandian, Kecamatan Kota Sumenep kembali dibuat resah. Kali ini laporan datang dari Anif, yang menemukan sarang tawon di dalam rumahnya, tepat di Jalan Zainil Arifin Gang 03, tak jauh dari sebuah musholla. Keberadaan sarang tawon di lingkungan padat penduduk itu membuat tim Damkar harus bertindak cepat demi keselamatan warga sekitar.
Hanya berselang dua jam, laporan ketiga masuk ke SiLaPor 112. Rahadi, warga Kelurahan Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, melaporkan kebakaran lahan di kawasan Bumi Sumekar, tepat di belakang warung bakso Adil. Api yang cepat menjalar membuat warga panik karena jaraknya sangat dekat dengan permukiman. Beruntung, mobil pemadam langsung diterjunkan sehingga api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke rumah warga.

Menanggapi rentetan peristiwa ini, Kabid Damkar Satpol PP Sumenep, Sugiyanto menegaskan bahwa kecepatan laporan masyarakat ke 112 menjadi kunci utama penyelamatan.
“Tiga kejadian dalam dua hari terakhir menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan masyarakat. Begitu ada tanda bahaya, segera lapor ke 112. Layanan ini gratis dan siaga 24 jam. Dari laporan itulah kami bisa bergerak cepat melakukan evakuasi hewan buas maupun memadamkan kebakaran,” ujarnya, Sabtu (30/02025)
Sugiyanto juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengutamakan keselamatan diri serta keluarga ketika menghadapi situasi darurat.

“Kami dari Damkar Satpol PP Sumenep akan terus siaga 24 jam penuh. Namun tanpa partisipasi aktif warga yang cepat melapor, tentu respon kami akan terlambat. Jadi kami harap masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan 112 setiap ada keadaan gawat darurat,” tegasnya.
Dengan kesiapsiagaan petugas dan kesadaran masyarakat, berbagai potensi ancaman keselamatan dapat diminimalisir sejak dini, sehingga korban maupun kerugian besar bisa dihindari. (REDJAVA****)









