JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana Aula Pertemuan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Kamis (15/1/2026), berlangsung penuh haru.
Kepala Bapenda Sumenep Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si., secara resmi berpamitan kepada seluruh ASN dan non-ASN setelah dirinya masuk dalam daftar sembilan pejabat yang mengalami rotasi dan mutasi jabatan.
Dalam penyampaian pamitan tersebut, Faruk Hanafi didampingi istri tercintanya, Azizah Faruk Hanafi, yang turut hadir menyaksikan momen perpisahan bersama keluarga besar Bapenda Sumenep. Kehadiran sang istri menambah nuansa kekeluargaan dan emosional dalam acara tersebut.

Sejak awal sambutan, Faruk menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar menjalankan agenda formal birokrasi, melainkan bentuk penghormatan terakhir kepada rekan-rekan yang telah membersamainya selama masa pengabdian.
“Saya masuk dalam sembilan pejabat yang dimutasi hari ini bukan karena apa-apa, tapi karena saya ingin berpamitan. Saya ingin salaman satu per satu dengan teman-teman semua,” kata Faruk dengan nada penuh kehangatan.
Selama 1 tahun 10 bulan 18 hari memimpin Bapenda Sumenep, Faruk dikenal menanamkan nilai disiplin, kekompakan, dan kebersamaan sebagai fondasi kerja aparatur.

Mantan Camat Teladan itu menegaskan bahwa ASN Bapenda merupakan aparatur pilihan yang memegang peran strategis dalam menopang pendapatan daerah.
“Saya ingin memotivasi teman-teman ASN Bapenda agar terus menjaga disiplin. Bapenda ini bukan tempat biasa, tapi pilihan untuk mengabdi secara profesional kepada daerah,” tegasnya.
Dalam suasana penuh keharuan itu, Faruk juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh jajaran, baik sebagai pimpinan maupun secara pribadi.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, selama saya mengabdi di Bapenda, saya memohon maaf sebesar-besarnya apabila ada tutur kata, sikap, maupun kebijakan yang kurang berkenan,” ungkap Faruk.
Dirinya berharap, meskipun nantinya tidak lagi berada dalam satu ruang kerja, hubungan persaudaraan yang telah terjalin tetap terjaga dan semakin kuat.
“Kebersamaan dan kekompakan di ruangan ini jangan berhenti. Meski saya berada di ruang yang berbeda, kita tetap berkawan dan tetap bersaudara,” harapnya.
Didampingi Azizah Faruk Hanafi, Faruk menutup sambutannya dengan permohonan maaf atas nama keluarga serta doa agar seluruh ASN Bapenda terus solid dan berintegritas.
“Saya dan istri saya mohon maaf. Jangan berharap seseorang berubah hanya karena jabatan. Atas nama keluarga, kami mohon maaf dan mari tetap menjaga silaturahmi,” pungkasnya.
Acara pamitan tersebut ditutup dengan saling bersalaman antara Kepala Bapenda Sumenep beserta istri dengan seluruh ASN dan non-ASN Bapenda Sumenep. Suasana haru tak terelakkan, sejumlah pegawai tampak menitikkan air mata dalam momen perpisahan yang sarat nilai kemanusiaan dan keteladanan.
Momen ini menjadi penanda bahwa rotasi jabatan bukan semata perubahan struktural, melainkan juga perjalanan batin yang memperkuat makna pengabdian dalam birokrasi pemerintahan. (REDJAVA****)











