JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif Posko 52 Institut Keislaman Annuqoyah (Instika) sukses menggelar kegiatan Sarasehan Desa Tangguh Bencana.
Kegiatan untuk diselenggarakan dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep ini sebagai upaya mengoptimalkan peran masyarakat dalam rangka penguatan Desa Tangguh Bencana (Destana)
Sejak tahun 2020 yang lalu, Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep memang dicanangkan sebagai Desa Tangguh Bencana mengingat kerawanan bencana yang cukup tinggi di desa setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan Sarasehan yang digelar di Balai Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget, Hari Senin, 11 September 2023 diikuti oleh perangkat desa, karang taruna serta perwakilan warga Desa Karanganyar.
Selain itu, juga dihadiri Kepala BPBD Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, M.Si, Kades Karanganyar Suharto Jadi, SH dan Dosen Pembimbing lapangan (DPL) KKN Instika Dr. Zamzani Sabiq, M.Psi.
Dalam kesempatan itu, Ketua Posko 52 KKN Instika Annuqoyah Guluk-Guluk, Ikrom Firdaus mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan karena Desa Karanganyar adalah desa yang memiliki potensi tinggi sering terjadi bencana alam, seperti angin puting beliung.
“Melalui kegiatan ini, warga desa diharapkan bisa lebih berperan untuk penguatan Destana. Hasil bincang kami dengan warga, bencana alam yang sering terjadi di Desa Karanganyar berupa angin puting beliung, ini hampir setiap tahun terjadi,” ujar Ketua Posko 52, Ikrom Firdaus.
Hal senada juga dikatakan DPL KKN Instika Posko 52, Dr. Zamzani Sabiq, M.Psi menyatakan melalui sarasehan desa tangguh bencana yang diselenggarakan akan semakin memperkuat sinergitas yang terjadi antara mahasiswa KKN, BPBD Sumenep serta masyarakat Desa Karanganyar.
“Yang jelas, hasil temuan mahasiswa KKN Desa Karanganyar memang daerah rawan bencana berupa angin puting beliung dan juga banjir. Untuk itu keterlibatan masyarakat dalam upaya desa tangguh memang sangat dibutuhkan,” terang Dr. Zamzani Sabiq, M.Psi. Senin (11/09/2023).
Sementara itu Kades Karanganyar, Suharto Hadi, SH mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dirinya menginginkan agar pemerintah dan warga desa sama-sama ambil bagian membantu dalam mengatasi bencana alam yang sering terjadi di Desa Karanganyar Kalianget.
“Setiap tahun bencana alam, puting beliung memang sering terjadi di desa kami. Karena itu akhirnya menjadikan kami tangguh dalam menghadapi bencana dan masyarakat bisa secara sukarela bergotong royong dalam mengatasinya,” kata Kades Suharto Hadi.
Pihaknya juga berharap bantuan dari pemerintah Kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep untuk Desa Karanganyar kedepan.
Keinginan dan harapan Kades Karanganyar Kecamatan Kalianget mendapatkan respon positif dari Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, S.STP, MSi.
Kepala BPBD Kabupaten Sumenep mengungkapkan segala hal yang dibutuhkan oleh masyarakat ketika bencana alam terjadi bisa langsung menghubungi BPBD Sumenep.
“Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget ini sudah dicanangkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) di tahun 2020 yang lalu. Dan Destana ini harus mampu menjadi pioner untuk kesiapsiagaan bencana bagi warga desa,” pungkasnya. (REDJAVA****)








