Sosialisasi Kolaboratif di Pulau Sepudi Luncurkan Layanan Pajak Digital Berbasis BUMdes

Senin, 23 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah geliat transformasi digital dan desentralisasi fiskal, Kabupaten Sumenep mencatatkan langkah progresif dalam sejarah pelayanan publik.

Untuk pertama kalinya, sistem pembayaran pajak kendaraan dan pajak bumi bangunan (PBB) resmi bisa diakses langsung dari desa, bahkan di pulau terluar. Negara tak lagi terasa jauh ia kini hadir di balai desa, melalui tangan anak-anak negeri sendiri.

Inovasi ini diwujudkan lewat kolaborasi tiga institusi: Bapenda Sumenep, Samsat Sumenep (UPT PPD), PT Pos Indonesia Cabang Sumenep akan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Sebuah sinergi lintas sektor yang tak hanya menyentuh teknis pelayanan, tapi mengubah wajah desa sebagai pusat pelayanan negara.

Program ini secara simbolis diluncurkan dalam Sosialisasi Terpadu di Pendopo Kecamatan Gayam, Pulau Sepudi, Senin (23/6/2025).

Hadir dalam acara tersebut para pemangku kepentingan strategis: Plt Camat Gayam, Kepala Samsat Sumenep Samtiono, SH, MH, Kepala PT Pos Indonesia Cabang Sumenep, Kasubid Penagihan dan Keberatan Bapenda Eko Sulistyo, S.Sos, jajaran Danramil dan Polsek Gayam, serta seluruh kepala desa dan direktur Bumdes se-Kecamatan Gayam.

Baca Juga :  Dua Program Layanan Sudah Bisa Dinikmati Masyarakat, Bupati Sumenep : Ini Bentuk Komitmen Kami Dalam Membangun Sumenep Menuju Masa Kejayaan

Kepala UPT PPD Samsat Sumenep, Samtiono, SH, MH, menegaskan bahwa pendekatan layanan ini merupakan paradigma baru dalam sistem perpajakan lokal.

“Warga tidak perlu lagi menyeberangi laut atau menghabiskan ongkos mahal ke kota. Mulai hari ini, cukup datang ke kantor Bumdes, mereka bisa langsung bayar PKB atau BBNKB. Ini bukan cuma efisiensi, tapi kehadiran negara yang benar-benar menyentuh rakyat,” kata Samtiono.

Model ini, lanjutnya, merupakan jawaban atas rendahnya kepatuhan pajak di desa, yang selama ini lebih karena faktor akses dan informasi, bukan kemauan.

Sementara itu, Eko Sulistyo, S.Sos, Kasubid Pengendalian dan Evaluasi Bapenda Sumenep, menegaskan bahwa kolaborasi ini bagian dari misi besar digitalisasi layanan pajak.

“Kita tidak sedang membicarakan teknologi semata, tapi keadilan fiskal. Warga di kota dan desa harus punya akses setara terhadap layanan negara,” ujar Eko.

Ia menyebut, saat ini masyarakat sudah bisa membayar PBB-P2 melalui kanal digital tanpa perlu datang ke kantor. Bahkan, dalam waktu dekat, akses layanan digital akan diperluas melalui jaringan Bumdes, menjadikan desa bukan hanya penerima layanan, tapi pelaku utama transformasi fiskal.

Baca Juga :  HUT Kemerdekaan RI ke-77 Tahun 2022, Kapolri : Ayo Bersatu Wujudkan Harapan Pulih Lebih Cepat

Dukungan penuh juga datang dari PT Pos Indonesia Cabang Sumenep yang siap menjadi jembatan penghubung antara sistem pusat dan desa. Dengan infrastruktur digital yang terintegrasi, PT Pos siap mengelola proses transaksi secara cepat, transparan, dan real-time.

“Kolaborasi ini bukan cuma soal pajak, tapi bagaimana Bumdes menjadi pusat ekonomi, pelayanan, dan pemberdayaan di tingkat desa,” ujar perwakilan PT Pos.

Dukungan para kepala desa dan direktur Bumdes se-Kecamatan Gayam menunjukkan antusiasme luar biasa terhadap program ini. Bahkan, jajaran TNI dan Polri di wilayah Gayam turut menyatakan kesiapan mereka mengawal suksesnya transformasi fiskal berbasis desa ini.

Baca Juga :  KSOP Kalianget Keluarkan Peringatan Cuaca Buruk, Imbau Penundaan Pelayaran

Melalui kolaborasi strategis ini, Sumenep menunjukkan bahwa pemerintahan yang modern tak harus berpusat di kota besar. Justru dari pulau kecil seperti Sepudi, lahir inspirasi besar: bahwa desa bisa menjadi jantung pelayanan negara, ekonomi, dan keadilan sosial.

“Kami ingin membuktikan bahwa desa tidak boleh hanya jadi objek pembangunan. Lewat program ini, desa adalah aktor utama. Layanan pajak bukan lagi beban, tapi bagian dari kedaulatan masyarakat,” pungkas Samtiono. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 10:40 WIB

Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru