JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Langkah luar biasa dilakukan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, rutan ini menggelar program Screening Intensif Gerakan Aktif Pencegahan (SIGAP) pada Jumat (14/2/2025).
Program ini menjadi terobosan penting dalam deteksi dini penyakit tidak menular di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam pemeriksaan kesehatan yang berlangsung intensif, puluhan warga binaan, khususnya mereka yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki riwayat kesehatan tertentu, menjalani serangkaian tes kesehatan.
Tim medis yang terdiri dari dokter dan tenaga kesehatan melakukan pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta pemeriksaan menyeluruh untuk mengantisipasi potensi penyakit seperti hipertensi dan diabetes.
Bahkan, demi memastikan penglihatan warga binaan tetap optimal, pihak rutan menggandeng Optik Angkasa untuk melakukan pemeriksaan mata secara langsung di lokasi.

Kepala Rutan Sumenep, Ridwan Susilo, menegaskan bahwa SIGAP bukan sekadar program rutin, melainkan komitmen serius dalam menjamin hak kesehatan bagi warga binaan.
“Banyak dari mereka yang sebelumnya tidak menyadari kondisi kesehatannya. Melalui SIGAP, kami tidak hanya melakukan deteksi dini, tetapi juga mencegah potensi penyakit lebih lanjut yang bisa berdampak fatal,” kata Ridwan dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/2/25).
Tak hanya sekadar pemeriksaan, kegiatan ini juga membuka jalan bagi tindak lanjut medis bagi warga binaan yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Menurut dia, Rutan Sumenep memastikan bahwa mereka yang terdeteksi memiliki gangguan kesehatan serius akan mendapatkan perhatian lebih dari tim medis, baik dalam bentuk pengobatan maupun edukasi tentang pola hidup sehat.

Antusiasme para warga binaan dalam mengikuti program ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kesehatan di dalam rutan bukan lagi sekadar wacana.
“Mereka merasa lebih dihargai dan mendapatkan hak yang seharusnya mereka peroleh sebagai bagian dari proses pembinaan,” jelasnya.
SIGAP Rutan Sumenep menjadi gebrakan nyata dalam dunia pemasyarakatan. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi rutan dan lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia dalam meningkatkan standar pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
“Dengan pendekatan preventif seperti ini, Rutan Sumenep membuktikan bahwa kesehatan bukan hanya hak, tetapi juga investasi bagi masa depan para warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat,” pungkasnya.(REDJAVA****)











