Setelah 15 Jam Kepung Ponpes Shiddiqiyyah, Akhirnya Polisi Berhasil Tangkap MSA, Pelaku Utama Pencabulan Santri Dibawah Umur

- Redaksi

Jumat, 8 Juli 2022 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta Saat Diwawancarai awak Media

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta Saat Diwawancarai awak Media

JAVANETWORK.CO.ID.JOMBANG – Setelah hampir 15 jam mengepung dan menggeledah Pesantren Shidiqiyah di Losari, Ploso, Jombang, polisi akhirnya berhasil menangkap MSAT, DPO kasus dugaan pencabulan terhadap santri, Kamis malam Jum’at (7/7/2022) Sekira Pukul 23;40 WIB / malam Ini.

“Malam hari ini, yang bersangkutan telah kami amankan dan Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung jalannya penegakan hukum ini,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta yang Malam ini juga Terpantau berada di TKP / lokasi.

Dari pantauan awak media ditangkapnya putra Pimpinan Ponpes Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, KH Muhammad Mukhtar Mukti tersebut ditandai dengan dibukanya pintu utama pesantren oleh polisi sekitar pukul 23.35 wib.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya penangkapan MSAT memang berjalan cukup alot. Selain dihadang ratusan simpatisan, polisi juga sempat kesulitan menemukan tempat persembunyian MSAT lantaran banyak ruangan tersembunyi di pesantren seluas 5 hektar itu.

Yang Turut dalam Iring-iringan Rombongan Polda Jatim Memantau Sampai jum’at 8 Juli 2022 Pukul 01;30 WIB Sesampainya di Polda Jatim Moch Subchi Al Tsani alias MSAT (42) Tersangka Utama kasus pencabulan santri di pondok pesantren Shiddiqiyah Jombang langsung ditahan di Mapolda Jatim, Jumat (08/07/2022) dini hari. Pantauan Tim awak media, rombongan mobil Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta, datang pada pukul 00.54 WIB. Namun, tersangka MSAT belum nampak.

Baca Juga :  Kejari Sumenep Terapkan RJ, Dua Tersangka Narkoba Dapat Kesempatan Kedua

Malam ini kami tangkap tersangka MSA dan akan kami lakukan pemeriksaan sidik jari dan kesehatan untuk memastikan jika yang bersangkutan adalah MSA,” ujar Dirmanto, Jumat (08/07/2022) pukul 01.05 WIB di depan gedung direktorat reserse kriminal umum Polda Jawa Timur.

Saat Ditanya oleh beberapa awak media yang berkumpul di Polda malam ini terkait, apakah KH Muhammad Mukhtar Mukthi juga ikut dalam rombongan? Dirmanto hanya menjawab jika hanya MSA yang dibawa. Ia pun berjanji akan segera merilis kasus ini dan akan berkoordinasi dengan kejaksaan terkait teknis penyerahan tersangka.

Baca Juga :  Ketum AMI Apresiasi Kinerja Mabes Polri Buka Tabir Kasus Kematian Brigadir J

“Hanya MSA, besok kita rilis mohon bersabar. Yang jelas langsung kita tahan malam ini juga,” imbuh Dirmanto.

Sekedar diketahui dan Seperti diberitakan sebelumnya, info malam ini Kementerian Agama (Kemenag) juga telah resmi mencabut izin operasional Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyah di Ploso, Jombang. Diketahui ponpes tersebut menjadi sarang persembunyian tersangka pencabulan berinisial MSA (42) dan. Ponpes ini juga diduga menjadi lokasi / TKP pencabulan santriwati nya ini.

Sementara Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur (Jatim, KH Iffatul Latoif mendukung pencabutan izin operasional ponpes tersebut. Menurutnya langkah sudah sangat tepat. Karena sudah terbukti kalau ada kasus asusila di dalamnya.

“Bagus saya sangat setuju, karena kalau sudah terbukti adanya kasus seperti itu sebaiknya ditutup saja. Karena sudah jelas terbukti secara hukum,” ujar Gus Toif (sapaan karib) Ketua RMI Jatim, di Surabaya, Kamis (7/7/2022).

Baca Juga :  Sambut Haul KH. Bahrudin Thabrani, 3000 Alumni An-Najah I Karduluk Bakal Hadir

Pencabutan izin hingga penutupan ponpes, sambung Gus Toif, bisa menjadi efek jera sekaligus pembelajaran bagi ponpes lainnya di Jatim maupun Indonesia. Sehingga, kejadian bejat serupa tidak bakal terjadi lagi.

“Biar bisa memberi efek (jera) pada mereka,” dia menegaskan.

“Ini sungguh memukul kami komunitas pesantren yang selama ini sungguh menjaga dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.

Terkait status Ponpes Shiddiqiyah, Gus Toif membeberkan bahwa ponpes tersebut tidak masuk dalam naungan NU.

“Yang saya tahu bahwa pondok pesantren yang terjadi kasus itu lebih tidak mau berbaur dengan kami, bukan dari golongan orang-orang NU lebih jelasnya,” kata dia.

“Masing-masing di pondok pesantren itu pasti sudah ada regulasinya. Masalahnya yang dalam kasus-kasus ini pesantren yang menyendiri. Karena pesantren itu tidak berbaur dengan komunitas pesantren kebanyakan, seperti itu,” pungkasnya. (REDJAVA/****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU