JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan Bung Karno kembali bergema di Kabupaten Sumenep, Madura. Ratusan peserta dari berbagai daerah memadati Pendopo Keraton Sumenep dalam ajang Lomba Baca Puisi dan Lomba Pidato Bung Karno 2026 yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno tersebut berhasil menyedot perhatian pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Antusiasme peserta bahkan melampaui target yang ditetapkan panitia.
Pada hari pertama, lomba baca puisi karya Bung Karno diikuti sebanyak 113 peserta dari berbagai kabupaten di Madura. Mereka tampil membawakan puisi-puisi bernuansa perjuangan dengan penuh penghayatan di hadapan dewan juri dan ratusan pengunjung yang memadati lokasi acara.
Sementara itu, lomba pidato bergaya Bung Karno dijadwalkan berlangsung pada Rabu (10/6/2026). Kompetisi tersebut akan diikuti peserta dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas, serta kategori umum se-Madura.
Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain R, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Menurutnya, lomba yang telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan itu menjadi ruang edukasi sekaligus wadah bagi anak muda untuk mengasah keberanian berbicara di depan publik, memperkuat literasi, dan memahami sejarah perjuangan bangsa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang inspiratif bagi generasi muda agar berani menyampaikan gagasan, berpikir kritis, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara. Ini bukan sekadar perlombaan, melainkan gerakan literasi kebangsaan yang terus kami rawat setiap tahun,” kata Imam Mustain disela kegiatan.
Ia mengungkapkan, meningkatnya jumlah peserta menjadi bukti bahwa semangat generasi muda terhadap kegiatan literasi dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno masih sangat tinggi.
“Dari Madura kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi persatuan,” ujarnya.
Ajang yang memperebutkan Piala Bupati Sumenep tersebut juga menyediakan hadiah berupa piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan jutaan rupiah bagi para pemenang.
Pemerintah Kabupaten Sumenep turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi IWO Sumenep yang selama empat tahun berturut-turut menggelar kegiatan bernuansa kebangsaan tersebut.
Mewakili Bupati Sumenep, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos.,MSI menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga semangat perjuangan Bung Karno di kalangan generasi muda.
“Alhamdulillah, jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini semakin mendapat tempat di hati masyarakat,” tuturnya.
Mantan Kepala Bapenda itu menegaskan bahwa nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno masih relevan untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda, terutama dalam memperkuat rasa nasionalisme, persatuan, dan kebanggaan terhadap identitas bangsa.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya daerah, termasuk Bahasa Madura yang selama ini menjadi salah satu identitas masyarakat Madura dan telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional.
“Bahasa Madura merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dibanggakan. Pelestarian bahasa daerah menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan kekayaan budaya bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Faruk Hanafi berharap kegiatan Lomba Puisi dan Pidato Bung Karno dapat terus berkembang pada tahun-tahun mendatang, bahkan mampu menjangkau peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya mengasah kemampuan berbicara dan berekspresi, tetapi juga menjadi sarana menjaga api perjuangan Bung Karno agar tetap hidup di tengah generasi muda,” pungkasnya. (REDJAVA****)













