JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan komitmennya dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkotika melalui program nasional ANANDA BERSINAR (Agenda Nasional Anti Narkotika).
Memasuki sesi kedua, pelatihan difokuskan pada pembentukan karakter remaja melalui tema “Asertiveness/Sikap Asertif”.
Kegiatan yang berlangsung di KPRI Serba Usaha Sumenep ini diikuti oleh perwakilan pelajar dari sejumlah sekolah menengah pertama, di antaranya SMPN 1, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 6 Sumenep, serta SMPIT Al-Hidayah Sumenep.
Dalam sesi ini, peserta dibekali keterampilan hidup (life skills) yang krusial, mulai dari kemampuan mengelola emosi, memahami peran diri, hingga keberanian mengambil keputusan di tengah tekanan lingkungan.

Materi pertama bertajuk “Aku dan Sekitarku” disampaikan oleh Franko Nanda Artanto, S.Sos. Ia menekankan pentingnya kesadaran diri dan kemampuan membaca situasi sosial sebagai pondasi utama dalam membentuk sikap asertif.
“Remaja harus mampu mengenali emosinya dan memahami lingkungan di sekitarnya. Dengan bekal itu, mereka tidak mudah terpengaruh oleh perilaku negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba,” kata Franko Nanda Artanto, Rabu (08/04/2026).
Sementara itu, materi “Menjadi Remaja Sehat” disampaikan oleh Latiful Minani, S.Pd., yang mengajak pelajar memahami peran gender secara proporsional serta membangun konsep diri yang sehat di tengah dinamika sosial remaja.
“Ketika remaja memahami dirinya dengan baik, termasuk peran dan identitasnya, mereka akan lebih kuat menghadapi tekanan sosial dan tidak mudah goyah,” ujar Latiful.
Sisi lain, pada sesi “Berani Bilang Tidak”, Suyanto, S.E.,M.AP memberikan pembekalan praktis terkait cara bersikap tegas tanpa harus bersikap agresif. Peserta juga diajak memahami perbedaan sikap pasif, agresif, dan asertif dalam kehidupan sehari-hari.
“Sikap asertif adalah kunci. Remaja harus berani mengatakan tidak terhadap ajakan negatif, tetapi tetap dengan cara yang santun dan bertanggung jawab,” tegas Suyanto.
Program ini menjadi bagian dari strategi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep dalam mencetak pendidik sebaya yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing.
Melalui pendekatan ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memahami bahaya narkotika, tetapi juga memiliki ketahanan diri yang kuat, sehingga mampu menjaga masa depan mereka dari berbagai pengaruh negatif. (REDJAVA****)













