JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Angka inflasi tahunan pada bulan September 2023 untuk Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sebesar 4.47 persen dengan Indek Harga Konsumen (IHK) sebesar 118.19.
Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Statistik Kabupaten Sumenep, Ribut Hadi Chandra, SH, MM mengatakan laju inflasi ini lebih rendah dibandingkan bulan Oktober meskipun masih diatas Jawa Timur dan Nasional.
“Itu berdasarkan catatan Badan Statistik (BPS), inflasi untuk September ini menempatkan Sumenep sebagai kota dengan inflasi tahunan tertinggi di Jawa Timur,” kata Kepala BPS Sumenep, Ribut Hadi Chandra, SH, MM saat dikonfirmasi, Kamis (05/10/2023).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Ribut Hadi Chandra, SH, MM, mengatakan inflasi tahunan itu terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
“Kelompok penyumbang terjadinya inflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7.90 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7.02 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 4.71 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3.31 persen,” terangnya.
Lebih lanjut ia memaparkan, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 3.02 persen, pendidikan sebesar 2.65 persen, kesehatan sebesar 2.29 persen, rekreasi olahraga dan budaya sebesar 1.77 persen.
“Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1.15 persen, tranportasi sebesar 0.99 persen dan kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0.76 persen,” imbuhnya.
Menurutnya, sedangkan komuditas yang memiliki dominan memberikan andil inflasi tahunan pada bulan September 2023, yakni beras, emas, perhiasan, rokok kretek filter, tongkol yang diawetkan, bawang putih, daging ayam ras, pindang asin, akadem/perguruan.
“Selain itu juga ada baju anak stelan, rujak, obat gosok, pisang, bayam, donat dan laptop/notebook. Sedangkan komuditas beras penyumbang terbesar terjadinya inflasi tahunan di Sumenep sebesar 1.57 persen dan rokok kretek filter 0.35 persen,” pungkasnya. (REDJAVA****)








