Semburan Gas Metana Muncul di Sumenep, BRIDA Pastikan Aman dan Tak Berbahaya

- Redaksi

Jumat, 27 Desember 2024 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BRIDA Kabupaten Sumenep, Benny Irawan

Kepala BRIDA Kabupaten Sumenep, Benny Irawan

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sumenep digemparkan oleh temuan semburan gas alam di Dusun Kotte, Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih.

Semburan ini muncul setelah warga setempat melakukan pengeboran sumur dengan alat bor gantung hingga kedalaman 52 meter pada Kamis (21/11/2024). Fenomena ini langsung menarik perhatian pemerintah setempat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bergerak cepat dengan menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) bersama Bagian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) untuk melakukan observasi di lokasi kejadian.

“Kami langsung turun ke lapangan dan mendapati warga telah memasang pipa untuk mengarahkan semburan gas,” kata Benny Irawan, Kepala BRIDA Sumenep, Jumat (27/12/2024).

Meski fenomena ini sempat memunculkan kekhawatiran, Benny memastikan gas tersebut adalah gas metana hasil pembusukan endapan organik yang bermigrasi ke permukaan.

“Kasus ini serupa dengan temuan sebelumnya di Batang-Batang,” ungkap Benny sapaannya.

Sebagai langkah antisipasi, lokasi semburan dipasangi garis polisi untuk menghindari aktivitas warga yang berpotensi memicu bahaya. Warga juga diminta tidak merokok di sekitar area tersebut.

Baca Juga :  Kasus Mafia BSI, Kejari Sumenep Periksa Sejumlah Saksi dan Sita Dokumen

Benny menjelaskan, gas metana ini bersifat tidak berbahaya dan akan terurai secara alami dalam waktu tertentu.

“Solusinya cukup sederhana, lubang gas dapat ditutup menggunakan metode cementing atau pengecoran,” terangnya.

Saat ini, lubang semburan telah ditutup sementara oleh warga menggunakan kain. BRIDA juga telah merencanakan kajian mendalam pada 2025 dengan melibatkan ahli geologi untuk memastikan jenis dan volume gas yang keluar.

“Kami ingin memastikan bahwa fenomena ini dapat ditangani secara ilmiah dan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa situasi ini aman,” tandasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU