JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana sore di Jalan Urip Sumoharjo, Desa Pabian, sisi selatan GOR A. Yani Sumenep, Jumat (6/3/2026), terasa berbeda.
Di tengah lalu lintas yang mulai padat menjelang petang, sekelompok relawan dari komunitas Kita Berbagi Sosial (KBS) berdiri di tepi jalan, membagikan paket Nasi BUNGTURAT singkatan dari Nasi Bungkus Tujuan Akhirat kepada pengendara motor, abang becak, hingga siapa saja yang melintas.
Dalam kegiatan tersebut sebanyak 55 bungkus Nasi BUNGTURAT berhasil didistribusikan kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Satu per satu paket nasi berpindah tangan. Senyum dan ucapan terima kasih mengalir sederhana, namun hangat.
Bagi sebagian penerima, mungkin hanya sebungkus nasi. Tetapi bagi relawan KBS, itulah bentuk kecil dari kepedulian yang ingin terus dirawat di tengah masyarakat.
Ketua KBS, Akhmad Sahruddin, mengatakan kegiatan berbagi ini menjadi bagian dari ikhtiar komunitasnya untuk menebar manfaat bagi sesama.

“Kami ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana di jalan. Nasi BUNGTURAT ini bukan sekadar makanan, tetapi simbol kepedulian bahwa di sekitar kita masih banyak yang saling memperhatikan,” kata Akhmad Sahruddin SH di sela kegiatan.
Menurutnya, program tersebut sengaja dilakukan di ruang publik agar dapat menjangkau masyarakat yang sedang beraktivitas, terutama mereka yang bekerja di jalan.
“Pengendara motor, abang becak, hingga orang yang kebetulan lewat kami sapa dan kami berikan nasi bungkus. Semoga ini menjadi penguat bahwa kebaikan bisa hadir di mana saja, bahkan di pinggir jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan sosial seperti ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi, sekecil apa pun bentuknya.
“Kami percaya, setiap kebaikan yang dibagikan dengan tulus akan kembali sebagai keberkahan. Mudah-mudahan langkah kecil ini menjadi jalan menuju tujuan akhirat yang lebih baik,” tutup Akhmad Sahruddin.
Kegiatan berbagi Nasi BUNGTURAT ini pun mendapat respons positif dari masyarakat yang melintas. Di tengah hiruk-pikuk jalanan, aksi sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian masih hidup dan terus tumbuh di Kota Sumenep. (REDJAVA****)












