Pelatihan ini diikuti para pengemudi ambulans sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan dalam memberikan layanan darurat kepada masyarakat, sekaligus menjaga keselamatan di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Sumenep AKP Beny Kuncoro mengatakan pengemudi ambulans memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien dan pengguna jalan lainnya. Karena itu, keterampilan berkendara yang aman dan disiplin berlalu lintas menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pemahaman dan keterampilan sopir ambulans dalam berkendara secara aman, tertib, dan beretika, terutama saat menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar Beny dalam keterangannya, Kamis (12/02/2026).
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang teknik mengemudi defensif, penggunaan hak prioritas kendaraan darurat, manajemen kecepatan, hingga pengendalian emosi saat berkendara dalam situasi mendesak.
Beny menegaskan bahwa kendaraan ambulans memang memiliki prioritas di jalan, namun penggunaannya tetap harus memperhatikan aspek keselamatan dan aturan lalu lintas.
“Sopir ambulans harus mampu mengambil keputusan yang cepat tetapi tetap terukur. Keselamatan pasien, pengemudi, dan pengguna jalan lain harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Kegiatan yang dihadiri jajaran Satlantas Polres Sumenep, Kanit Kamsel, Kanit Turjawali, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep ini merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Melalui edukasi dan peningkatan kapasitas pengemudi ambulans, Satlantas Polres Sumenep berharap tercipta budaya berlalu lintas yang lebih disiplin dan berorientasi pada keselamatan, sehingga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumenep dapat terus terjaga. (REDJAVA/$$$)












