JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Komunitas Santri Nyapsap menegaskan komitmen mereka untuk mengawal para kiai sekaligus memperkuat nilai-nilai keummatan di Kabupaten Sumenep.
Pernyataan ini disampaikan Kamsil Lailatul Qodri, Sekretaris I PC Pagar Nusa Sumenep, kepada media ini, Senin (24/11/2025) malam.
“Komitmen kami jelas, kami siap mengawal kiai sekaligus memberikan manfaat bagi umat. Terutama di tengah kompleksitas persoalan sosial saat ini, peran santri menjadi sangat penting,” kata Kamsil.
Kamsil menekankan bahwa dalam setiap kegiatan, Santri Nyapsap selalu berkolaborasi dengan PC Pagar Nusa Kabupaten Sumenep.
“Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat solidaritas, tetapi juga memastikan setiap kegiatan sosial dan keagamaan berjalan dengan tertib dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini menjadi fondasi bagi komunitas dalam menjalankan visi keumatan secara konsisten.
Selain itu, Kamsil memastikan kesiapsiagaan komunitas untuk mendukung berbagai agenda keagamaan di daerah.
“Besok akan digelar syiar yang dihadiri langsung oleh KH. R. Colil As’ad dari Situbondo. Kami siap mengawal beliau bersama anggota Santri Nyapsap, berkolaborasi dengan PC Pagar Nusa, agar kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi umat dan masyarakat Sumenep,” jelasnya.
Lebih jauh, Kamsil menekankan dimensi spiritual yang menjadi identitas gerakan Santri Nyapsap.
“Dengan senjata sholawat Nariyah, kami siap menjadi benteng bagi para ulama. Slogan kami jelas: mengawal kiai, menjaga umat, dan menyebar manfaat,” tegasnya.
Komunitas Santri Nyapsap selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga dukungan terhadap program keumatan di tingkat lokal.
“Kami hadir untuk meneguhkan peran santri yang progresif, moderat, dan membangun. Ini bukan retorika, tetapi tanggung jawab nyata kami sebagai bagian dari masyarakat dan pengawal nilai-nilai keummatan,” pungkasnya.
Perlu diketahui, PCNU Sumenep akan menggelar Konfercab pada bulan Desember mendatang di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk.
Agenda strategis ini diyakini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, memperluas jejaring, dan menegaskan peran vital santri dalam penguatan gerakan keummatan di Kabupaten Sumenep. (REDJAVA****)












