IKSASS Rayon Kangean Kritik Keras PT KEI atas Aktivitas Seismik 3D di Wilayah Kangean Barat

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deklarasi Penolakan Gelombang terhadap rencana eksplorasi dan eksploitasi minyak serta gas bumi (migas) di Pulau Kangean digelar Santri & IKSASS oleh PT KEI

Deklarasi Penolakan Gelombang terhadap rencana eksplorasi dan eksploitasi minyak serta gas bumi (migas) di Pulau Kangean digelar Santri & IKSASS oleh PT KEI

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gelombang penolakan terhadap rencana eksplorasi dan eksploitasi minyak serta gas bumi (migas) di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kian menguat. Kali ini, Rayon Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Kangean secara tegas mendesak pembatalan seluruh aktivitas tersebut karena dinilai melanggar hukum dan meresahkan masyarakat.

Dalam beberapa pekan terakhir, kemunculan kapal-kapal survei seismik 3D milik PT Kangean Energy Indonesia (KEI) di perairan sekitar Pulau Kangean memicu keresahan warga. Aktivitas survei yang tetap berjalan di tengah protes luas masyarakat dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi publik, bahkan menimbulkan ketegangan sosial dan saling tuding di antara warga setempat.

Hasil kajian internal IKSASS Kangean menyimpulkan bahwa rencana eksploitasi migas tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan sekaligus bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sebagaimana diubah dengan UU Nomor 1 Tahun 2014, kegiatan pertambangan, termasuk minyak dan gas bumi, dilarang di kawasan yang dikategorikan sebagai pulau kecil. Pulau Kangean, dengan luas terbatas dan ketergantungan masyarakatnya pada sumber daya laut, termasuk dalam kategori tersebut.

Baca Juga :  Dari Puing Bencana ke Harapan Baru, Baznas–DWP Disdik Dampingi Siswa Karduluk

Atas dasar itu, IKSASS Kangean menyampaikan tiga sikap resmi:

1. Menuntut SKK Migas, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mengevaluasi dan membatalkan seluruh proses eksplorasi dan eksploitasi migas di Pulau Kangean.

2. Mendesak Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk mengeluarkan kebijakan penghentian seluruh kegiatan migas di wilayah tersebut.

3. Menuntut pertanggungjawaban perusahaan dan pemerintah atas rusaknya harmoni sosial masyarakat Kangean akibat keberadaan proyek migas.

Ketua Rayon IKSASS Kangean, Mahmudi, menegaskan bahwa sikap organisasi ini bukanlah bentuk penolakan pembangunan, melainkan perjuangan untuk mempertahankan hak hidup masyarakat lokal.

“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi pembangunan harus berpihak pada rakyat dan sesuai aturan hukum. Pulau Kangean ini kecil, masyarakatnya hidup dari laut. Jika pertambangan migas dipaksakan, maka akan menghancurkan ekosistem dan masa depan generasi kami,” tegasnya, Jum’at (17/10/2025)

Ia juga menyoroti dampak sosial yang sudah mulai terasa sejak aktivitas survei berlangsung.

“Kehadiran kapal survei seismik membuat masyarakat saling curiga dan terpecah. Pemerintah harus hadir untuk menenangkan situasi, bukan membiarkan konflik horizontal ini terus terjadi,” ujarnya.

Mahmudi mengingatkan agar pemerintah tidak mengorbankan wilayah-wilayah kecil seperti Kangean demi kepentingan ekonomi sesaat. Ia menyerukan pentingnya keadilan ekologis serta perlindungan bagi masyarakat kepulauan yang rentan terhadap dampak lingkungan.

“Jangan sampai pulau sekecil Kangean dijadikan korban keserakahan atas nama investasi. Kami berdiri untuk menjaga tanah kelahiran kami, demi keberlanjutan hidup anak cucu kami nanti,” katanya.

IKSASS Kangean berharap pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah tegas menghentikan seluruh kegiatan eksplorasi migas, sekaligus membuka ruang dialog yang melibatkan masyarakat lokal, akademisi, dan pemerintah. Mereka menilai dialog partisipatif adalah jalan terbaik untuk mencari solusi pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan tidak merusak lingkungan maupun tatanan sosial.

Baca Juga :  SMAN 1 Sumenep Sambut Juara Nasional OMI & OPSI dengan Kirab Meriah, Kepala Sekolah Sampaikan Apresiasi Tinggi

Penolakan IKSASS ini memperlihatkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak-hak ekologis dan sosial mereka. Suara santri dan alumni ini menambah daftar panjang penolakan terhadap eksploitasi sumber daya alam di wilayah kepulauan yang rentan secara ekologis. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Hadiri MoU Dengan BPIP dan LPSK, Bupati Fauzi Sebut Hanya Uniba, Kampus Pertama Kali Melakukan di Madura

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru