JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Saat jarum jam baru menunjuk pukul 06.00 WIB, langkah kaki Saniman sudah menapaki Jalan Seludang.
Dengan sapu lidi yang digenggam erat, ia memulai rutinitas yang telah menjadi bagian dari hidupnya sejak 2009.
Pria 53 tahun asal Desa Parsanga ini adalah petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap hari, ia membersihkan sampah dari ujung Jalan Seludang hingga perempatan sebelah utara Hotel Wijaya I. Pagi, siang, atau di bawah gerimis hujan, ia tetap setia pada jalurnya.
“Kalau jalan bersih, orang yang lewat pasti senang. Saya pun ikut senang. Kota ini seperti rumah, jadi harus kita rawat,” tutur Saniman bercerita sambil minum kopi. Jum’at (08/08/2025)
Enam belas tahun sudah ia menjalani profesi ini sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Tak jarang, ia menjadi orang pertama yang melihat Sumenep terbangun dari tidurnya.
Deru kendaraan, aroma tanah basah, hingga sinar mentari yang pelan-pelan menyinari aspal, semua menjadi saksi pengabdiannya.
“Capek pasti ada, apalagi kalau musim hujan atau angin kencang, sampahnya banyak sekali. Tapi saya sudah terbiasa. Ini tanggung jawab saya,” ujarnya sambil tersenyum tulus.
Bagi Saniman, menyapu jalan bukan hanya soal membersihkan daun atau plastik yang berserakan, tetapi menjaga citra kota di mata warganya dan tamu yang datang.
“Kalau Sumenep terlihat rapi dan bersih, yang bangga bukan cuma saya, tapi kita semua,” pungkasnya. (REDJAVA****)









