JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – SDN Panaongan III, Kabupaten Sumenep, berhasil menghadirkan warna baru dalam dunia pendidikan dasar. Melalui program Sabtu Ceria, sekolah ini menjadikan akhir pekan bukan sekadar waktu belajar biasa, melainkan momentum membentuk generasi yang disiplin, peduli lingkungan, serta memiliki jiwa kebersamaan yang kuat.
Sejak pagi, suasana di sekolah sudah terasa berbeda. Siswa disambut hangat oleh guru dan kakak kelas melalui kegiatan SASIDA (Sambut Siswa Datang). Mereka berjabat tangan, tersenyum, dan saling menyapa penuh keakraban. “SASIDA ini sederhana, tapi efeknya besar. Anak-anak merasa dihargai, disapa dengan penuh cinta, dan diajarkan untuk saling menghormati sejak mereka menginjakkan kaki di sekolah,” tutur Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto kepada media ini disela kegiatan.
Usai penyambutan, seluruh siswa mengikuti Apel Kelas. Ketua kelas memimpin barisan, menyatukan semangat dengan yel-yel khas masing-masing kelas. Sorak-sorai gembira menggema, melatih kepemimpinan, kepercayaan diri, sekaligus mempererat solidaritas. “Disiplin dan kekompakan tidak lahir dari teori, tetapi dari kebiasaan sederhana yang diulang setiap hari,” ujarnya.
Tidak berhenti di situ, kegiatan berlanjut dengan BERTASBIH (Bersihkan Taman Kelas Biar Hijau). Siswa dengan penuh semangat memungut sampah dan merapikan taman kelas. Kebiasaan ini menumbuhkan kecintaan pada kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. “Kami ingin anak-anak tumbuh dengan karakter peduli lingkungan. Apa yang mereka lakukan di sekolah bisa dibawa pulang ke rumah, lalu menjadi budaya hidup bersih,” tambahnya.
Semangat semakin hidup saat seluruh siswa dan guru bergabung dalam SEGI SAMA (Senam Pagi Bersama). Tubuh bergerak mengikuti irama “Senam Anak Indonesia Hebat.” Suasana riuh, ceria, dan penuh energi. “Senam ini bukan sekadar olahraga, tetapi sarana kebersamaan yang membangun semangat belajar di hari Sabtu,” jelas Agus.
Sebagai penutup, hadir kegiatan paling menyentuh, yakni SAPASATE (Sarapan Pagi Bersama Teman). Anak-anak duduk melingkar, membuka bekal sederhana dari rumah, lalu menikmatinya bersama-sama. Dari nasi bungkus hingga sekadar roti, semuanya terasa istimewa karena dimakan dengan kebersamaan. “Banyak orang tua siswa kami berangkat kerja sejak subuh sebagai buruh tani. Karena itu, lewat Sapasate, kami ajak orang tua menyiapkan sarapan minimal sekali seminggu agar anak-anak belajar arti kebersamaan dan perhatian keluarga,” tandas Agus Sugianto.
Dengan rangkaian program Sabtu Ceria, SDN Panaongan III berhasil membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak harus lahir dari teori berat. Kegiatan sederhana, konsisten, dan penuh makna justru lebih efektif dalam melahirkan generasi yang tangguh, peduli, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (REDAKSI)












