JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Saya sempat ragu menulis catatan ini. Bukan takut, tetapi khawatir dianggap memiliki kepentingan tertentu.
Namun sebagai jurnalis yang setiap hari bersentuhan dengan narasumber dari berbagai instansi, saya merasa bertanggung jawab untuk menyuarakan pandangan.
Apalagi jika hal itu menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Belakangan ini, isu pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep mencuat ke publik.
Kabarnya, Sekda yang kini menjabat akan segera memasuki masa pensiun. Tapi saya tidak ingin terjebak pada wacana tersebut.
Fokus saya justru pada urgensi mutasi jabatan di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Bagi saya, mutasi bukanlah hal tabu. Saya teringat masa nyantri di Pesantren Al-Amien. Di organisasi santri, mutasi adalah bagian dari strategi penyegaran.
Saya pernah dipindah dari bidang bahasa ke bidang peribadatan. Saat itu, tujuannya jelas: efektivitas kerja dan semangat baru.
Begitu juga dalam birokrasi. Mutasi adalah langkah untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian.
Bupati Sumenep pernah mengatakan kepada saya bahwa media memiliki peran penting dalam proses pengambilan kebijakan, termasuk dalam urusan mutasi pejabat.
Maka izinkan saya menyampaikan ini sebagai bentuk kepedulian.
Sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja OPD. Visi besar “Bismillah Melayani” tidak cukup menjadi slogan, tetapi harus dijalankan secara taktis dan terukur. Kepala OPD yang tidak produktif harus diganti.
Bukan karena alasan suka atau tidak suka, tetapi demi efektivitas pelayanan dan kecepatan kerja.
OPD harus bekerja dari bawah, menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, dan menghadirkan inovasi nyata.
Jika boleh menyebut, sektor pariwisata dan olahraga adalah dua bidang yang menurut saya perlu penyegaran. Ini bukan soal personal, tetapi soal kompetensi dan semangat melayani.
Saya tidak sedang menggurui. Saya hanya ingin Sumenep dikelola oleh orang-orang yang siap bekerja untuk rakyat, bukan sekadar menempati jabatan. (REDJAVA/Mahrus Ali****)
Penulis : Mahrus Ali Jurnalis Sumenep
Editor : REDJAVA











