JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Rutan Kelas IIB Sumenep kembali mencatatkan capaian kinerja yang impresif dalam pelayanan publik. Pada periode Maret 2026, Rutan Sumenep berhasil meraih nilai 96,47 pada Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan 95,74 pada Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP), keduanya dengan predikat “Sangat Baik.”
Capaian ini menegaskan posisi Rutan Sumenep sebagai salah satu unit pelayanan publik yang konsisten mendorong reformasi birokrasi berbasis integritas dan profesionalisme.
Survei yang melibatkan 34 responden tersebut mengukur berbagai indikator penting, mulai dari transparansi, akuntabilitas, hingga kualitas pelayanan administrasi dan sikap petugas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat, seiring dengan upaya pembenahan sistem pelayanan yang berorientasi pada prinsip good governance serta bebas dari praktik koruptif.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dalam membangun budaya kerja yang bersih dan melayani.
“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari komitmen seluruh petugas dalam menghadirkan pelayanan yang jujur, transparan, dan berintegritas,” kata Karutan Aditya Wahyu Rahmadani dalam keterangan tertulis, Kamis (09/04/2026).
Pihaknya menambahkan, keberhasilan dalam SPAK menjadi bukti konkret bahwa sistem pengawasan dan pencegahan korupsi berjalan efektif di lingkungan Rutan Sumenep.
“Kami memastikan setiap proses pelayanan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Integritas adalah fondasi utama kami dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, capaian pada SPKP menunjukkan bahwa kualitas pelayanan terus mengalami peningkatan yang signifikan, baik dari sisi administrasi maupun interaksi langsung petugas dengan masyarakat.
“Kepuasan masyarakat menjadi indikator utama keberhasilan kami. Kami terus melakukan evaluasi dan inovasi agar pelayanan semakin cepat, tepat, dan responsif,” lanjut Aditya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan tidak akan berpuas diri dengan hasil tersebut. Upaya peningkatan kualitas layanan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami menjadikan hasil ini sebagai motivasi untuk terus berbenah. Target kami bukan hanya mempertahankan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya.
Dengan capaian ganda ini, Rutan Sumenep diharapkan mampu menjadi role model bagi unit pelayanan publik lainnya, khususnya di Kabupaten Sumenep, dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (REDJAVA****)








