JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam melestarikan budaya lokal kembali dibuktikan dengan digelarnya rapat koordinasi final pelaksanaan Event Kontes Sapi Sonok 2025.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, H. Moh. Ikhsan, S.Pd., MT, bertempat di Aula Disbudporapar, Rabu (30/07/2025).
Dalam arahannya, H. Moh. Ikhsan menegaskan bahwa kontes sapi Sonok bukan sekadar tradisi, tetapi juga panggung kebanggaan budaya Madura yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sapi Sonok adalah warisan budaya tak benda yang merepresentasikan keanggunan, kerja keras, dan kearifan lokal masyarakat Madura. Melalui event ini, kita ingin membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk mencintai budayanya sendiri,” ungkapnya.
Kontes Sapi Sonok tahun ini dijadwalkan akan digelar pada hari Sabtu, 2 Agustus 2025, bertempat di Lapangan GOR A. Yani Pangligur, Sumenep. Acara tersebut dirancang bukan hanya sebagai lomba tradisional, tetapi juga sebagai pesta rakyat yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Dalam rapat koordinasi tersebut, panitia pelaksana dan perwakilan dari Paguyuban Kontes Sapi Sonok hadir untuk menyampaikan kesiapan teknis dan menyatukan langkah.
“Tak hanya itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep juga turut dilibatkan guna mendorong partisipasi siswa-siswi sebagai bentuk edukasi dan pelibatan generasi muda dalam pelestarian budaya,” jelasnya.
Selain dari sisi budaya, acara ini juga membuka ruang bagi penguatan ekonomi masyarakat.
Para pelaku UMKM lokal dilibatkan untuk mempersiapkan stand dan produk mereka selama acara berlangsung, menjadikan event ini sebagai wadah sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi.
“Kami ingin menghadirkan ruang interaksi yang mempertemukan antara budaya, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. Inilah wajah baru penyelenggaraan event tradisional: kolaboratif, edukatif, dan produktif,” tambah Moh. Ikhsan.
Lebih jauh, Kadisbudporapar juga menyampaikan harapannya agar momentum ini bisa menjadi ajang konsolidasi dan kebersamaan antarelemen masyarakat, baik pemerintah, pelaku seni budaya, dunia pendidikan, hingga pelaku usaha kecil menengah.
Menurutnya, keberhasilan suatu event tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi dari seberapa besar dampaknya terhadap penguatan identitas lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Disbudporapar Sumenep secara khusus juga akan memastikan kesiapan teknis dan keamanan lokasi, kelancaran arus lalu lintas, serta kenyamanan pengunjung yang diperkirakan akan membludak mengingat antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap gelaran budaya tahunan ini.
“Dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, komunitas budaya, dan relawan, akan menjadi fondasi penting dalam menyukseskan agenda besar ini,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong dan rasa bangga terhadap kekayaan budaya daerah, Sumenep siap menyuguhkan tontonan sekaligus tuntunan dalam balutan tradisi yang penuh makna.
“Semoga acara ini berjalan lancar, sukses, dan menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam memperkuat jati diri bangsa melalui budaya lokal,” pungkasnya. (REDJAVA****)









