Upacara penganugerahan tersebut dipimpin langsung Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., dan diikuti Wakapolres, pejabat utama Polres Sumenep, para Kapolsek jajaran, perwira, brigadir, ASN Polri, serta seluruh peserta upacara.
Satyalencana Pengabdian diberikan kepada personel yang telah mengabdi selama 8, 16, 24, hingga 32 tahun, tanpa catatan pelanggaran, sebagai bentuk pengakuan negara atas konsistensi, disiplin, dan integritas yang terjaga sepanjang karier mereka.
Dalam amanatnya, AKBP Anang Hardiyanto menegaskan bahwa penganugerahan tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan simbol penghargaan negara terhadap anggota Polri yang mampu menjaga marwah institusi di tengah kompleksitas tantangan tugas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Satyalencana Pengabdian adalah bukti bahwa rekan-rekan telah melewati perjalanan panjang pengabdian dengan integritas yang tetap terjaga. Ini bukan penghargaan yang mudah diraih,” ucap AKBP Anang Hardiyanto.
Ia menekankan, bagi penerima Satyalencana 8 dan 16 tahun, penghargaan ini harus menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan profesionalisme dan loyalitas dalam menjalankan tugas kepolisian. Sementara itu, bagi penerima 24 dan 32 tahun, mereka dinilai telah menjadi figur teladan sekaligus rujukan moral bagi generasi muda Polri.
“Mereka yang mengabdi 24 dan 32 tahun adalah bukti nyata bahwa pengabdian di Polri adalah kehormatan. Mereka adalah mentor dan penjaga nilai-nilai institusi,” ujarnya.
Di hadapan seluruh peserta upacara, Kapolres Sumenep juga menyampaikan penekanan serius terkait komitmen menjaga kehormatan institusi Polri. Ia menegaskan tidak ada ruang kompromi terhadap pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan narkoba.
“Tidak boleh ada anggota Polri yang terlibat narkoba. Penegakan hukum harus dimulai dari diri kita sendiri. Integritas adalah harga mati,” tegas AKBP Anang.
Selain soal integritas, Kapolres juga mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas dan profesionalisme aparat seiring dinamika hukum dan tuntutan masyarakat yang terus berkembang. Ia meminta seluruh personel aktif mengikuti perkembangan peraturan perundang-undangan dan situasi kamtibmas agar pelaksanaan tugas berjalan optimal dan akuntabel.
Menutup amanatnya, AKBP Anang Hardiyanto memberikan penghormatan khusus kepada keluarga para penerima Satyalencana yang selama ini menjadi penopang utama di balik pengabdian panjang anggota Polri.
“Sampaikan salam hormat kami kepada keluarga di rumah. Dukungan dan doa merekalah yang membuat pengabdian ini bisa berjalan hingga puluhan tahun,” pungkasnya.
Penganugerahan Satyalencana Pengabdian tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi moral dan profesionalisme di tubuh Polres Sumenep, sekaligus pengingat bahwa kepercayaan publik hanya dapat dijaga melalui integritas, disiplin, dan pengabdian tanpa cela. (REDJAVA/$$$)








