JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kontingen PSNU Pagar Nusa Sumenep kembali menunjukkan kelasnya di pentas regional. Meski dihadapkan pada keterbatasan waktu persiapan dan badai cedera, para pendekar muda dari ujung timur Madura itu tetap mampu memborong lima medali pada ajang Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) IX Pagar Nusa Jawa Timur yang digelar di MAN 4 Denanyar, Kabupaten Jombang.
Dalam kejuaraan yang berlangsung selama empat hari dan berakhir Minggu malam (sekitar pukul 23.00 WIB) tersebut, PSNU Pagar Nusa Sumenep sukses mengamankan dua medali perak dan tiga medali perunggu, sekaligus menegaskan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan pencak silat Pagar Nusa di Jawa Timur.
Sebanyak delapan atlet terbaik, termasuk nomor seni, diturunkan dalam ajang bergengsi tingkat provinsi itu. Hasil yang diraih dinilai sangat membanggakan, mengingat sejumlah atlet harus bertanding dalam kondisi fisik yang tidak ideal.
Atlet unggulan Zona Madura kategori putri, Choirun Annisa, yang sebelumnya tampil gemilang dengan meraih emas di tingkat zona, harus mengubur ambisi menuju final setelah mengalami cedera sejak babak penyisihan.
Situasi serupa juga dialami Rhosikan Anwar dan Moh. Firman Faqih Ramadani di kelas remaja, yang tetap memaksakan diri bertanding hingga akhir demi menjaga marwah tim.
Adapun rincian perolehan medali kontingen PSNU Pagar Nusa Sumenep adalah:
🥈 Medali Perak
Firman (PPMA)
Rosi (PPMA)
🥉 Medali Perunggu
Afil (PPMA)
Rosi (Batu Putih)
Radit (PPMA)
Manajer Tim PSNU Pagar Nusa Sumenep, Sahabat Kamsil Lailatul Qodri, SE, yang akrab disapa Pendekar Nyapsap, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari semangat juang tinggi para atlet, meski persiapan menuju Kejurwil tergolong sangat singkat.

“Persiapan dari Zona Madura ke Kejurwil ini benar-benar mepet. Latihan belum bisa maksimal. Tapi mental bertanding dan daya juang atlet luar biasa. Mereka tampil habis-habisan dan itu patut diapresiasi,” kata Kamsil kepada media ini, Minggu (28/12/2025).
Ia berharap ke depan penyelenggara dapat memberikan jeda waktu yang lebih ideal antara kejuaraan zona dan Kejurwil, demi kualitas pertandingan yang lebih optimal.
“Kalau jeda minimal dua bulan, pembinaan teknik, fisik, dan mental atlet akan jauh lebih matang. Itu akan berdampak langsung pada kualitas prestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Sahabat Ali Arif, SH, selaku Ketua Tim sekaligus Wakil Ketua Bidang Prestasi dan Atlet PC PSNU Pagar Nusa Sumenep, menyebut hasil di Kejurwil IX sebagai capaian strategis yang patut disyukuri.
“Ini prestasi yang membanggakan. Para atlet telah berjuang maksimal dan membawa nama besar PSNU Pagar Nusa Sumenep tetap diperhitungkan di level Jawa Timur,” tegas Ali Arif.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan dan keberangkatan atlet.
“Kami berterima kasih kepada pengurus, donatur, serta semua pihak yang telah membantu, baik secara materi maupun doa. Dukungan ini menjadi energi penting bagi peningkatan kualitas atlet Pagar Nusa di Sumenep,” pungkasnya.
Capaian di Kejurwil IX Jawa Timur ini menjadi catatan evaluasi sekaligus bahan bakar motivasi bagi PSNU Pagar Nusa Sumenep untuk terus memperkuat sistem pembinaan atlet, sekaligus menjaga marwah organisasi di setiap kejuaraan, baik di tingkat regional maupun nasional. (REDJAVA****)












