JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pengurus Pusat Studi Budaya Madura Universitas PGRI Sumenep (PSBM) melakukan silaturahmi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh Iksan, guna membangun sinergi dalam pelestarian bahasa dan budaya Madura.
Pertemuan yang berlangsung di kantor Dinas Pendidikan Sumenep tersebut merupakan bagian dari program kerja PSBM untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya di sektor pendidikan, Selasa (10/03/2026).
Dalam diskusi itu, PSBM memaparkan sejumlah agenda strategis, salah satunya upaya penguatan pelestarian bahasa dan budaya Madura melalui kegiatan akademik, edukatif, serta program kebudayaan yang melibatkan sekolah dan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh Iksan, S.Pd., M.T., menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai langkah PSBM penting dalam menjaga identitas lokal di tengah arus perkembangan zaman.
“Program kerja PSBM ini sangat baik dan kami tentu mengapresiasi upaya yang dilakukan untuk menjaga bahasa serta budaya Madura. Dinas Pendidikan pada prinsipnya siap bersinergi dan mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak pada penguatan karakter budaya di dunia pendidikan,” kata H. Iksan.
Menurutnya, pelestarian bahasa dan budaya daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas budaya, tetapi juga lembaga pendidikan agar generasi muda tetap mengenal akar budayanya.

“Walaupun saya bukan orang Madura asli, tetapi kecintaan saya terhadap Madura sangat besar. Budaya dan bahasa Madura bagi saya sudah mendarah daging, sehingga kami siap mengawal dan mendukung kegiatan PSBM yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas PGRI Sumenep Suhartatik, M.Pd., menambahkan bahwa silaturahmi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya dalam upaya pelestarian bahasa dan budaya Madura di tengah perkembangan zaman.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya lokal melalui kegiatan akademik, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk ikut menjaga serta mengembangkan budaya daerah. Karena itu kami berharap kerja sama antara PSBM dan Dinas Pendidikan dapat melahirkan berbagai program konkret dalam pelestarian bahasa dan budaya Madura, khususnya di lingkungan pendidikan,” ungkapnya.
Dirinya juga berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong lahirnya berbagai kegiatan edukatif seperti penguatan literasi bahasa Madura di sekolah, kegiatan kebudayaan, hingga penelitian dan dokumentasi budaya lokal yang melibatkan mahasiswa, dosen, serta para pelajar di Kabupaten Sumenep.
Dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, pelestarian bahasa dan budaya Madura diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata yang berdampak langsung bagi generasi muda dan masyarakat luas. (REDJAVA****)









