JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA) Tahun 2025 membuktikan perannya sebagai katalis transformasi ekonomi pesisir. Melalui penerapan teknologi tepat guna Rotary Bucket, produktivitas petani rumput laut di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, melonjak signifikan hingga 60 persen, sekaligus menekan ketergantungan pada faktor cuaca yang selama ini menjadi kendala utama.
Program ini menyasar Kelompok Petani Rumput Laut “Rejeki Barokah”, sebuah kelompok ekonomi produktif yang bergerak di sektor budidaya dan pengolahan rumput laut. Implementasi KOSABANGSA 2025 dilaksanakan berdasarkan kontrak resmi bernomor 232/C3/DT.05.00/PM-KOSABANGSA/2025, 004/LL7/DT.05.00/PM-KOSABANGSA/2025, dan 084/LPPM/PP-04/E.02/UNIJA/VIII/2025.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dikomandoi oleh Tim Pelaksana Universitas Wiraraja yang diketuai oleh Moh. Baqir Ainun, S.E., M.A. (NIDN 0726039404), dengan anggota Evi Dwi Hastri, S.H., M.H., CPM. (NIDN 0726039404) dan Ir. Fatmawati, M.P. (NIDN 0712096802).
Program ini juga memperoleh penguatan akademik melalui pendampingan Tim Universitas Negeri Surabaya, yang dipimpin oleh Dr. Mochamad Arif Irfa’i, S.Pd., M.T. (NIDN 0007028102), bersama Prof. Dr. Any Sutiadiningsih, M.Si. (NIDN 0024045904).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum intervensi program, kelompok petani menghadapi dua tantangan krusial, yakni rendahnya produktivitas budidaya dan proses pascapanen yang masih konvensional, khususnya pada tahap pengeringan rumput laut yang sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.
Melalui pendampingan intensif KOSABANGSA 2025, dilakukan pembenahan menyeluruh pada aspek produksi, mulai dari pemilihan bibit unggul, evaluasi teknik budidaya, hingga perbaikan manajemen produksi berbasis praktik lapangan. Hasilnya, produktivitas rumput laut melonjak hingga ±4 ton per hektare per musim, dengan capaian luaran program mencapai 85 persen.
“KOSABANGSA tidak sekadar menghadirkan alat, tetapi membangun ekosistem produksi yang lebih rasional, efisien, dan berkelanjutan. Target kami bukan hanya peningkatan hasil, tetapi perubahan cara berpikir petani dalam mengelola usaha budidaya,” kata Ketua Tim Pelaksana Universitas Wiraraja Moh. Baqir Ainun, S.E., M.A kepada media ini, Kamis (18/12/2025).
Terobosan paling krusial dalam program ini adalah penerapan teknologi Rotary Bucket, sebuah inovasi pengeringan rumput laut semi-otomatis yang mampu mengatasi ketergantungan terhadap cuaca ekstrem.
Teknologi ini mempercepat proses pengeringan yang sebelumnya memakan waktu beberapa hari menjadi hanya 8–12 jam, sekaligus menjaga mutu rumput laut tetap seragam dan berkualitas. Efisiensi proses pengeringan meningkat hingga 50 persen, dengan capaian luaran teknologi mencapai 100 persen.
Tak hanya berdampak pada kualitas produk, penerapan Rotary Bucket juga membuat alur produksi lebih terukur, meminimalkan risiko kerugian pascapanen, serta membuka peluang peningkatan nilai jual rumput laut di pasar.
Sinergi antara peningkatan produksi dan adopsi teknologi ini berdampak langsung pada penguatan manajemen usaha Kelompok Petani Rumput Laut “Rejeki Barokah”. Proses budidaya menjadi lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim, sehingga berkontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Program KOSABANGSA 2025 di Desa Tanjung menjadi model konkret pengembangan ekonomi pesisir berbasis Blue Economy yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, kelompok petani diharapkan mampu mengembangkan usaha rumput laut secara mandiri, memperluas skala produksi, serta meningkatkan daya saing di rantai ekonomi kelautan nasional. (REDJAVA****)










