Program KOSABANGSA 2025 Dongkrak Produktivitas Rumput Laut hingga 60%, Teknologi Rotary Bucket Perkuat Petani Pesisir Sumenep

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program KOSABANGSA 2025 Dongkrak Produktivitas Rumput Laut hingga 60%, Teknologi Rotary Bucket Perkuat Petani Pesisir Sumenep

Program KOSABANGSA 2025 Dongkrak Produktivitas Rumput Laut hingga 60%, Teknologi Rotary Bucket Perkuat Petani Pesisir Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA) Tahun 2025 membuktikan perannya sebagai katalis transformasi ekonomi pesisir. Melalui penerapan teknologi tepat guna Rotary Bucket, produktivitas petani rumput laut di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, melonjak signifikan hingga 60 persen, sekaligus menekan ketergantungan pada faktor cuaca yang selama ini menjadi kendala utama.

Program ini menyasar Kelompok Petani Rumput Laut “Rejeki Barokah”, sebuah kelompok ekonomi produktif yang bergerak di sektor budidaya dan pengolahan rumput laut. Implementasi KOSABANGSA 2025 dilaksanakan berdasarkan kontrak resmi bernomor 232/C3/DT.05.00/PM-KOSABANGSA/2025, 004/LL7/DT.05.00/PM-KOSABANGSA/2025, dan 084/LPPM/PP-04/E.02/UNIJA/VIII/2025.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dikomandoi oleh Tim Pelaksana Universitas Wiraraja yang diketuai oleh Moh. Baqir Ainun, S.E., M.A. (NIDN 0726039404), dengan anggota Evi Dwi Hastri, S.H., M.H., CPM. (NIDN 0726039404) dan Ir. Fatmawati, M.P. (NIDN 0712096802).
Program ini juga memperoleh penguatan akademik melalui pendampingan Tim Universitas Negeri Surabaya, yang dipimpin oleh Dr. Mochamad Arif Irfa’i, S.Pd., M.T. (NIDN 0007028102), bersama Prof. Dr. Any Sutiadiningsih, M.Si. (NIDN 0024045904).

Sebelum intervensi program, kelompok petani menghadapi dua tantangan krusial, yakni rendahnya produktivitas budidaya dan proses pascapanen yang masih konvensional, khususnya pada tahap pengeringan rumput laut yang sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.

Melalui pendampingan intensif KOSABANGSA 2025, dilakukan pembenahan menyeluruh pada aspek produksi, mulai dari pemilihan bibit unggul, evaluasi teknik budidaya, hingga perbaikan manajemen produksi berbasis praktik lapangan. Hasilnya, produktivitas rumput laut melonjak hingga ±4 ton per hektare per musim, dengan capaian luaran program mencapai 85 persen.

“KOSABANGSA tidak sekadar menghadirkan alat, tetapi membangun ekosistem produksi yang lebih rasional, efisien, dan berkelanjutan. Target kami bukan hanya peningkatan hasil, tetapi perubahan cara berpikir petani dalam mengelola usaha budidaya,” kata Ketua Tim Pelaksana Universitas Wiraraja Moh. Baqir Ainun, S.E., M.A kepada media ini, Kamis (18/12/2025).

Terobosan paling krusial dalam program ini adalah penerapan teknologi Rotary Bucket, sebuah inovasi pengeringan rumput laut semi-otomatis yang mampu mengatasi ketergantungan terhadap cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Viral Penangkapan Pelaku Narkoba di Group WhatsApp Advokat, LSM dan Wartawan Sumenep Akhirnya Terungkap, Berikut Keterangan Resmi dari Polres Sumenep

Teknologi ini mempercepat proses pengeringan yang sebelumnya memakan waktu beberapa hari menjadi hanya 8–12 jam, sekaligus menjaga mutu rumput laut tetap seragam dan berkualitas. Efisiensi proses pengeringan meningkat hingga 50 persen, dengan capaian luaran teknologi mencapai 100 persen.

Baca Juga :  Pimpin Apel Akbar Satgas Keamanan Desa Kabupaten Lumajang, Kabaharkam Polri Berikan Apresiasi

Tak hanya berdampak pada kualitas produk, penerapan Rotary Bucket juga membuat alur produksi lebih terukur, meminimalkan risiko kerugian pascapanen, serta membuka peluang peningkatan nilai jual rumput laut di pasar.

Sinergi antara peningkatan produksi dan adopsi teknologi ini berdampak langsung pada penguatan manajemen usaha Kelompok Petani Rumput Laut “Rejeki Barokah”. Proses budidaya menjadi lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim, sehingga berkontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Program KOSABANGSA 2025 di Desa Tanjung menjadi model konkret pengembangan ekonomi pesisir berbasis Blue Economy yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, kelompok petani diharapkan mampu mengembangkan usaha rumput laut secara mandiri, memperluas skala produksi, serta meningkatkan daya saing di rantai ekonomi kelautan nasional. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

BERITA TERKAIT

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

BERITA TERBARU