JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Desa Gadu Barat Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, dibawah asuhan KH. Qusyairi Zaini menggelar seminar bertajuk ” Upaya Mencegah Pernikahan Dini : Harapan dan Tantangan ” yang bertujuan memberikan sosialisasi dan pemahaman, terkait pencegahan pernikahan usia dini kepada orang tua dan remaja putra-putri.
Seminar yang bertempat di Aula Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Putri Desa Gadu Barat tersebut, berkat kolaborasi antara yayasan Rahima dan Perkumpulan Annisa sekaligus Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Putri yang diikuti kurang lebih 150 orang peserta yang terdiri dari kalangan kalangan ibu, remaja putri dan pemuda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, Camat Ganding Abdul Cholid S.Sos M.Si, Ketua PPK Kecamatan Ganding, Yani Kholid, Kepala Desa Gadu Barat H. Sa’di Jamal, Ketua MWCNU Ganding Kiai Syakur Sholeh, dan sejumlah perwakilan ormas yang ada di Kecamatan Ganding.
Pada kesempatan tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Gadu Barat, KH. Qusyairi Zaini mengatakan bahwa kegiatan seminar bertujuan didasari dari rasa kekhawatiran terkait tentang maraknya pernikahan di usia dini yang terjadi belakangan ini di kabupaten Sumenep, khususnya di desa Gadu Barat. sehingga dengan kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat umum khususnya orang tua, remaja putri ataupun para pemuda, akan dampak dan akibat dari pernikahan di usia dini yang bermula dari minimnya pendidikan.

” Saya pribadi mengajak kepada seluruh masyarakat umumnya, khususnya pada orang tua dalam mendorong dan mendukung pendidikan putra-putrinya, karena dengan ilmu yang didapat dari pendidikan, anak akan lebih mampu menjalani bahtera keluarga pasca menikah, baik mental dan usia pun sudah cukup matang untuk berkeluarga,” tutur Kiai Qusyairi mengawali sambutannya, Ahad (21/08/2022)
Pendidikan itu sangatlah penting dan berpengaruh besar bagi generasi, kata Kiai Qusyairi menerangkan lebih lanjut, karena dari seorang ibu adalah berawalnya pendidikan bagi putra-putrinya, jadi menurut Kiai Qusyairi, seorang perempuan juga bisa berperan di berbagai bidang, tidak hanya berperan didapur, sumur dan kasur.
” Makhluk luar biasa yang diciptakan oleh Allah SWT salah satunya adalah perempuan sehingga sangat penting baginya untuk berpendidikan dikarenakan perempuan adalah pendidikan awal bagi putra-putrinya, tidak hanya bisa bekerja di dapur, sumur dan kasur,” ungkapnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Pengasuh Sepuh di Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Putri Gadu Barat Nyai Hj. Maisyaroh mewakili Yayasan Rahima mengharapkan untuk dapatnya perempuan sebagai salah satu penerus Bangsa agar dapatnya bisa menuntut ilmu setinggi-tingginya jangan pernah membatasi dalam belajar.

” Harapan saya untuk orang tua agar putra-putrinya sebagai penerus bangsa untuk dapat memberikan dan mendukung pendidikan anaknya ke jenjang pendidikan yang tinggi sehingga dapat mencegah terkait pernikahan di usia dini yang sekarang lagi marak,” pungkas Nyai sepuh.
Kegiatan acara kegiatan sosialisasi tersebut diakhiri doa bersama dan juga santunan anak yatim dilakukan secara simbolis oleh Ketua Tim PKK kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi. (REDJAVA****)








