JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di balik secangkir kopi dan suasana hangat perbincangan, lahir sebuah gagasan besar: mencetak polisi berintelektual tinggi yang menegakkan hukum dengan hati dan ilmu.
Kediaman Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum., mendadak menjadi titik pertemuan dua arus penting: kekuatan moral intelektual dan ketegasan aparat hukum.
Kapolres Sumenep yang baru, AKBP Rivanda, S.I.K., menyambangi rumah tokoh akademisi dan ulama tersebut, bukan sekadar kunjungan formal, tapi silaturrahmi sarat makna dan agenda strategis ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Silaturrahmi ini tidak hanya mengikat tali persaudaraan, tapi juga memperkuat ikhtiar kolektif membangun Sumenep yang aman, tentram dan makmur,” kata Dr. Zein, Kamis (01/05/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, muncul sebuah pemikiran revolusioner: pentingnya mendorong anggota Polri di Sumenep untuk menempuh pendidikan tinggi, terutama di bidang hukum.
Bagi Dr. Zein, langkah ini bukan hanya soal gelar, tetapi transformasi budaya aparat menjadi penegak hukum yang tak hanya paham aturan, tapi juga berjiwa adil, berpikir ilmiah, dan berhati nurani.
“Banyak anggota Polres yang kini menjadi mahasiswa saya di jenjang S2. Ada Kasat, Kapolsek, dan perwira lainnya. Ini modal besar untuk masa depan institusi Polri di Sumenep,” imbuhnya.
Dr. Zein menekankan, kolaborasi antara institusi kepolisian dan kalangan akademisi adalah kunci menciptakan penegakan hukum yang tidak kaku, tidak represif, tetapi humanis dan berbasis ilmu pengetahuan.
Dirinya mengapresiasi keterbukaan AKBP Rivanda yang datang membawa semangat baru untuk bersinergi dengan semua elemen masyarakat.

Silaturrahmi ini pun menjadi peristiwa simbolik: titik mula dari babak baru hubungan antara Muhammadiyah Sumenep dan Polres dalam merajut peradaban yang berkeadaban.
“Bila polisi menjadi insan berilmu, maka keadilan akan lebih mungkin ditegakkan dengan bijak. Bukan dengan otot, tetapi dengan nurani dan akal sehat,” pungkasnya.
Pertemuan ini menuai apresiasi dari banyak pihak, dan mulai menjadi buah bibir di kalangan masyarakat serta media sosial.
Warga melihat bahwa transformasi Polri Sumenep telah dimulai bukan di kantor, tapi dari ruang tamu seorang cendekiawan. (REDJAVA****)










