Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Sumenep tersebut menjadi sinyal tegas bahwa kepolisian tidak memberi ruang bagi aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu stabilitas kamtibmas, khususnya pada jam rawan malam hingga dini hari.
Patroli KRYD menyisir sejumlah titik yang selama ini rawan dijadikan arena balap liar. Di antaranya Jl. Raya Sumenep–Pamekasan depan STKIP, Jl. Raya Batuan, Jl. Lingkar Utara, Jl. Diponegoro, hingga Jl. Lingkar Barat. Ruas-ruas jalan tersebut menjadi fokus pemantauan intensif personel kepolisian.
Sebelum bergerak ke lapangan, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di Mapolres Sumenep yang dipimpin langsung Kapolres. Dalam arahannya, AKBP Anang Hardiyanto menekankan pentingnya pelaksanaan tugas secara humanis, profesional, dan mengutamakan keselamatan, baik bagi petugas maupun masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
AKBP Anang Hardiyanto menegaskan, keterlibatannya secara langsung dalam patroli KRYD merupakan bentuk komitmen pimpinan untuk memastikan setiap langkah pencegahan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kegiatan KRYD ini kami laksanakan untuk mencegah balap liar sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kehadiran polisi di lapangan, terutama pada jam-jam rawan, diharapkan mampu menekan potensi gangguan kamtibmas,” tegasnya.
Selama patroli berlangsung, petugas melakukan pemantauan situasi, pengaturan lalu lintas, serta penindakan secara persuasif terhadap pengendara yang berpotensi melakukan pelanggaran. Pendekatan edukatif dan preventif tetap dikedepankan guna membangun kesadaran berlalu lintas di kalangan masyarakat.
Hingga patroli KRYD berakhir, situasi di wilayah hukum Polres Sumenep terpantau aman, tertib, dan kondusif, tanpa ditemukan aktivitas balap liar. Polres Sumenep memastikan kegiatan serupa akan terus digelar secara berkelanjutan demi menjaga stabilitas keamanan daerah. (REDJAVA/$$$)









