JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Di tengah geliat pembangunan sektor pendidikan di ujung timur Pulau Madura, Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, kembali menunjukkan kepemimpinannya yang responsif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dalam sebuah pernyataan terbuka yang dirilis melalui video resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep yang diterima media ini Kamis (24/4/2025)
Sosok orang nomer satu di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini menegaskan bahwa SMKN 1 Kalianget kini telah sepenuhnya aman dan layak digunakan sebagai institusi pendidikan.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menyelesaikan persoalan sengketa tanah yang sempat menjadi kendala. Masyarakat tidak perlu ragu lagi. Kami pastikan, SMKN 1 Kalianget adalah tempat yang nyaman, aman, dan representatif untuk pendidikan anak-anak kita,” kata Bupati Fauzi dalam pernyataannya.
Selama beberapa waktu terakhir, masyarakat, khususnya para orang tua, diliputi kekhawatiran atas status hukum lahan sekolah tersebut.
Ketidakpastian itu membuat sebagian pihak ragu-ragu dalam melanjutkan atau mendaftarkan putra-putrinya ke SMKN 1 Kalianget.
Namun kini, dengan kepastian hukum yang telah diperoleh, kekhawatiran itu resmi terjawab.
Menurut Bupati Fauzi, penyelesaian sengketa tersebut bukan hanya soal administrasi atau hukum, melainkan menyangkut masa depan generasi muda Sumenep yang tak boleh diganggu oleh ketidakpastian. Ia
Ketua DPC PDI-P Sumenep menekankan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan ini.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai orang tua, warga, dan bangsa. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan Sumenep. Kita harus menjaga agar anak-anak kita mendapatkan akses yang layak, aman, dan berkualitas,” tutupnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi simbol bahwa Pemkab Sumenep serius dalam menjamin keberlangsungan proses pendidikan, terutama di lembaga-lembaga strategis seperti sekolah kejuruan.
SMKN 1 Kalianget sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi yang memiliki banyak peminat dan alumni yang kompeten di berbagai sektor.
Dengan diselesaikannya konflik hukum terkait aset lahan sekolah tersebut, Pemkab tidak hanya menyelamatkan satu institusi pendidikan, melainkan juga membangun kembali kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Langkah cepat dan tepat ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Fauzi, setiap persoalan masyarakat ditangani secara serius, bijaksana, dan berorientasi pada masa depan.
Kini, SMKN 1 Kalianget bukan hanya tetap berdiri, tetapi berdiri lebih kokoh. Sekolah tersebut siap membuka lembaran baru, menyambut tahun ajaran dengan semangat baru dan tekad yang lebih kuat untuk mencetak generasi-generasi unggul dari ujung timur Pulau Garam. (REDJAVA****)











