JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Sebanyak 32 peserta MagangHub Batch III memaparkan berbagai gagasan inovasi yang akan dijalankan selama masa magang di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep, Selasa, 13 Januari 2026. Para peserta yang terbagi ke dalam tujuh divisi itu menyampaikan program kerja mereka di hadapan Kepala Rutan Sumenep, pejabat struktural, serta para mentor.
Beragam inovasi ditawarkan untuk mendukung peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan pemasyarakatan. Fokus program mencakup pengembangan layanan dan sistem pengamanan berbasis digital, penguatan administrasi perkantoran, hingga optimalisasi tata kelola Barang Milik Negara (BMN).
Kepala Rutan Sumenep menilai gagasan yang dipaparkan para peserta magang selaras dengan kebutuhan pembaruan birokrasi pemasyarakatan. “Kami mendorong hadirnya inovasi yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan mampu menjawab tantangan pelayanan di rutan,” kata Karutan Aditya Wahyu Rahmadani dalam keterangan tertulis, Rabu (14/01/2026).
Selain aspek kelembagaan, peserta magang juga mengusulkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Program tersebut diarahkan untuk mendukung agenda ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.
Di bidang pembinaan kepribadian, peserta merancang peningkatan literasi, pengembangan galeri seni digital, serta penguatan layanan kesehatan dan konseling bagi warga binaan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pembinaan yang lebih menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada pemulihan sosial.
Menurut Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadabi menyebut kolaborasi antara peserta magang dan jajaran rutan menjadi ruang strategis untuk mendorong perubahan. “Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi ide-ide segar yang dapat meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan, selama tetap sejalan dengan regulasi dan tujuan pemasyarakatan,” ujarnya menambahkan.
Presentasi program MagangHub Batch III ini menjadi langkah awal sinergi antara dunia akademik dan institusi pemasyarakatan, dengan harapan inovasi yang dirancang mampu memberi dampak nyata selama dan setelah masa magang berlangsung. (REDJAVA/$$$)










