JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, semakin mengukuhkan dirinya sebagai pusat kegiatan strategis Nahdlatul Ulama di wilayah timur Pulau Madura. Berbagai agenda penting NU, mulai dari kaderisasi hingga konsolidasi organisasi, kerap kali dilaksanakan di lingkungan pesantren ini, menunjukkan peran sentral Nasyrul Ulum dalam mengiringi pergerakan Nahdliyin di Sumenep.
Beberapa kegiatan besar yang pernah digelar di pesantren ini antara lain Perkemahan Pramuka Penggalang Maarif NU (PERGAMA 1) tahun 2018, Latihan Kader Muda (Lakmud) IPNU-IPPNU di tahun 2020 dan 2025, Pelantikan PC IPNU-IPPNU Sumenep tahun 2020, Pelantikan dan Baiat PC Pagar Nusa Sumenep tahun 2022, serta berbagai kegiatan seperti Bahtsul Masail PCNU Sumenep, Diklat Konselor Santri RMI PCNU Sumenep, Ngaji Jurnalistik LTN PCNU Sumenep, Ngaji Turots Syaikhona Kholil, hingga Santri Gen Z Mengaji yang merupakan program dari RMI PCNU Sumenep.
Terbaru, Nasyrul Ulum kembali dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan Kursus Banser Lanjutan (SUSBALAN) ke-52 Satkorwil Banser Jawa Timur yang berlangsung pada 16–18 Mei 2025. Di akhir kegiatan tersebut, akan dilanjutkan dengan Pelantikan PC GP Ansor Sumenep pada 18 Mei 2025. Tak hanya itu, pada 31 Mei 2025 mendatang, Nasyrul Ulum juga akan menjadi tempat pelaksanaan Konferensi MWC NU Bluto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepercayaan ini tidak datang secara tiba-tiba. Pesantren yang didirikan oleh KH. A. Hamid Mannan Munif, kyai yang pernah menjabat sebagai Ketua PCNU Pamekasan selama dua periode, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, dan kini sebagai Mustasyar PCNU Pamekasan ini telah lama dikenal sebagai lembaga yang memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan, kaderisasi, dan penguatan nilai-nilai ke-NU-an.
Secara kelembagaan, Pesantren Nasyrul Ulum mengelola pendidikan formal mulai dari PAUD/TK, SMP, hingga SMK. Dalam pelaksanaannya, pesantren ini menawarkan berbagai program unggulan yang menjadi daya tarik tersendiri. Di antaranya adalah program tahfidzul Qur’an, akselerasi baca kitab kuning dengan metode Al-Miftah, praktik ibadah amaliyah, tahfidz hadits, serta penguatan kemampuan khitobah. Dalam rangka membentuk pribadi santri yang berkarakter dan siap memimpin, pesantren ini juga menyelenggarakan kaderisasi kepemimpinan melalui pelatihan LDKS dan LPK.
Kegiatan ekstrakurikuler pun tidak luput dari perhatian. Santri diberi ruang untuk berkembang dalam kegiatan Pramuka, pencak silat Pagar Nusa, serta seni hadrah Albanjari. Semua ini dilaksanakan sebagai bentuk keseimbangan antara kecerdasan spiritual, emosional, dan sosial yang menjadi bagian penting dalam pendidikan pesantren.
Komitmen Pesantren Nasyrul Ulum terhadap lingkungan hidup juga membuahkan hasil yang membanggakan. Pesantren ini berhasil meraih penghargaan sebagai Eco Pesantren tingkat Jawa Timur, menjadikannya sebagai salah satu pionir pesantren ramah lingkungan di Madura.
Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., selaku Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum, menyatakan salah satu alasan mengapa Pesantren Nasyrul Ulum sering dijadikan pusat kegiatan NU.
“Selain sebagai ruang tumbuh bagi santri yang kuat secara spiritual, cakap secara intelektual, dan tangguh dalam kepemimpinan. Kami juga berkomitmen untuk menjadikan pesantren ini sebagai ladang khidmah kami kepada muassis, masayikh dan jam’iyah Nahdlatul Ulama,” tuturnya, Sabtu (17/05/2025)
Lokasi pesantren yang strategis, dekat dengan akses jalan nasional serta suasana lingkungan yang kondusif memang menjadikan Pondok Pesantren Nasyrul Ulum sebagai lokasi yang nyaman dalam berkegiatan.
Dengan semangat khidmat dan inovasi, Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake Bluto terus berikhtiar menjadi pesantren yang mampu menjawab tantangan zaman, menjaga tradisi, memperkuat kaderisasi, serta mendorong kemajuan umat dan bangsa. (REDJAVA****)









