JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat literasi bergelora di halaman SMP Integral Luqman Al Hakim Sumenep. Kamis (16/10/2025), sebuah mobil biru berhenti di tengah kerumunan siswa yang bersorak gembira. Bukan mobil biasa inilah Perpustakaan Keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep, yang hadir membawa ratusan buku dan segudang inspirasi bagi generasi muda.
Satu per satu siswa mengerubungi rak buku yang tersusun rapi di sisi mobil. Ada yang langsung duduk bersila sambil membuka halaman demi halaman, ada pula yang berbagi cerita tentang buku favorit mereka. Keceriaan itu menjadi bukti nyata bahwa minat baca bisa tumbuh di mana saja selama buku hadir di tengah mereka.
Pustakawan Ahli Muda Dispusip Sumenep, Drs. Syaiful Bahri, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari gerakan besar membangun budaya literasi di kalangan pelajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin menghadirkan perpustakaan yang tidak hanya diam di gedung, tapi juga bergerak menjemput pembaca. Literasi harus mendatangi masyarakat, bukan menunggu masyarakat datang,” ujar Syaiful penuh semangat.
Ia menambahkan, langkah menghadirkan perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah menjadi strategi efektif untuk mendekatkan anak-anak pada dunia baca.
“Kalau buku sudah akrab dengan siswa sejak dini, maka membaca akan menjadi kebiasaan, bukan kewajiban. Dari situlah karakter dan kecerdasan mereka tumbuh,” ucapnya.
Kegiatan ini digelar dalam rangkaian Festival Bulan Bahasa 2025, yang juga menampilkan lomba pidato, baca puisi, hingga pameran karya tulis siswa. Di tengah kemeriahan itu, perpustakaan keliling tampil sebagai magnet utama yang mengajak siswa untuk berhenti sejenak dari gawai mereka, lalu tenggelam dalam dunia pengetahuan.
Menurut Syaiful, Dispusip Sumenep berkomitmen memperluas akses literasi melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.

“Kami tidak ingin literasi hanya dipahami sebagai kegiatan membaca buku. Literasi itu kehidupan bagaimana seseorang berpikir kritis, memahami nilai, dan mampu mengekspresikan gagasan,” tegasnya.
Selain menghadirkan layanan baca di tempat, tim Dispusip juga memberikan edukasi literasi dan sosialisasi pentingnya membaca sebagai pondasi karakter kebangsaan. Syaiful menilai, sekolah adalah ruang paling strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut.
“Sekolah adalah ladang bagi benih literasi. Jika siswa kita terbiasa membaca, maka mereka tidak hanya cerdas, tapi juga berkepribadian kuat dan memiliki kepekaan sosial,” ujarnya menutup perbincangan.
Festival Bulan Bahasa di SMP Integral Luqman Al Hakim pun berakhir dengan suasana penuh inspirasi. Mobil perpustakaan kembali melaju perlahan meninggalkan halaman sekolah, namun jejak semangat membaca telah tertanam di hati para siswa menandai langkah kecil menuju masa depan Sumenep yang lebih berilmu dan berbudaya. (REDJAVA****)









