JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Puluhan anggota Tim Penggerak PKK Desa Paberasan larut dalam kekhusyukan saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (06/09/2025).
Acara religius ini menjadi momentum istimewa yang menyatukan 180 anggota PKK bersama seluruh perangkat desa dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Sejak awal, suasana tampak begitu sakral. Pembacaan sholawat Nabi oleh Ustadzah Dika mengalun merdu, membawa jamaah hanyut dalam lantunan dzikir.
Puncak kekhidmatan terasa ketika seluruh hadirin berdiri bersama melantunkan qiyam sebagai bentuk penghormatan kepada Baginda Rasulullah SAW.
Acara inti berlangsung penuh makna ketika Kepala Desa Paberasan, Rahman Saleh, memberikan sambutan sekaligus mauidatul hasanah.
Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah sebagai teladan utama.

“Umat Islam, khususnya masyarakat Paberasan, harus menanamkan sifat jujur, amanah, persaudaraan, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita hindari perbuatan yang bisa merusak persaudaraan, seperti ghibah (menggunjing), karena itu dapat memecah belah umat,” tegas Rahman Saleh.
Tak hanya itu, sang Kepala Desa juga mengajak seluruh warganya untuk menjaga kerukunan dan saling mendukung dalam membangun desa. Menurutnya, kerukunan adalah kunci utama terciptanya masyarakat yang kuat dan sejahtera.
Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama yang kembali dipimpin langsung oleh Rahman Saleh.
Doa itu menjadi penutup penuh harap agar masyarakat Paberasan selalu diberikan keberkahan, persatuan, serta mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Paberasan, Nurhayati, menyampaikan harapan besar atas terlaksananya peringatan Maulid Nabi kali ini.
“Kami berharap seluruh anggota PKK bisa mengambil hikmah dari peringatan ini, menjadikannya pengingat agar selalu meneladani sifat-sifat Rasulullah. Dengan begitu, kita dapat mewujudkan masyarakat yang rukun, damai, dan berakhlak mulia,” ujar Nurhayati.
Dengan semangat kebersamaan itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Paberasan bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momen penting membangun karakter, memperkuat persatuan, dan menghidupkan nilai-nilai luhur Rasulullah dalam kehidupan masyarakat modern. (REDJAVA****)











