JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Warna-warni kain batik bertebaran di sentra-sentra produksi Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dari Pakandangan hingga sudut kota, deru canting panas tak pernah padam.
Semakin hari, perajin batik di ujung timur Pulau Madura ini terus bertumbuh, menjadikan batik bukan sekadar warisan leluhur, melainkan identitas bangsa yang kini merambah pasar global.
Dalam momentum Hari Batik Nasional 2025, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa batik adalah kebanggaan yang tak tergantikan.
“Batik adalah jati diri bangsa Indonesia. Bahkan sempat ada negara tetangga yang berusaha mengklaim, tapi pengakuan UNESCO pada 2009 menegaskan batik tetap milik kita. Itulah kebanggaan yang harus kita rawat,” ujarnya, Jum’at (03/12/2025)
Pertumbuhan perajin batik di Sumenep tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga membuka pintu ke pasar internasional. Dengan dukungan teknologi digital, produk batik Sumenep kini bisa dengan mudah dipasarkan lintas daerah hingga mancanegara.
“Ekspansi pasar kini jauh lebih terbuka. Dengan teknologi, perajin kita bisa langsung terkoneksi, bahkan sampai ke konsumen luar negeri,” terang Ramli.
Pemerintah Kabupaten Sumenep tak tinggal diam. Program pendataan, bimbingan teknis, hingga fasilitasi legalitas terus digencarkan untuk memperkuat daya saing. Perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) juga diberikan agar motif-motif batik khas Sumenep tak mudah ditiru atau diklaim pihak lain.
“Kami membantu perajin mengurus legalitas. Ini penting, karena legalitas adalah kunci membangun kepercayaan pasar. Kalau sudah resmi, pembeli lebih yakin dan nilai tawarnya juga lebih tinggi,” tegasnya.
Selain pendampingan, Pemkab Sumenep menyediakan ruang promosi melalui berbagai event, pameran, hingga Mall UMKM dan Halal Hub. Strategi ini terbukti memberi panggung lebih besar bagi para perajin untuk menampilkan karya terbaiknya.
“Kami ingin produk lokal punya etalase yang layak. Melalui pameran, kalender event, hingga Mall UMKM, batik Sumenep bisa lebih dekat dengan masyarakat dan wisatawan. Dari sinilah kita bisa membangun jalan menuju pasar dunia,” pungkas Ramli. (REDJAVA****)












