JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Kejuaraan pencaksilat bukan semata ajang unjuk kemampuan, melainkan juga momentum untuk meneguhkan kembali jati diri budaya.
Dalam konteks ini, pencaksilat diposisikan sebagai olahraga yang menyatukan dua nilai utama: prestasi dan pelestarian tradisi.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T, menyampaikan bahwa kejuaraan pencaksilat dan kegiatan pendukung seperti talkshow ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah kepada cabang olahraga, khususnya pencaksilat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita berharap kejuaraan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah kepada cabang olahraga, khususnya pencaksilat,” ujar H. Moh. Iksan menjelang pelaksanaan kegiatan NGULIK Roadshow bertema “Kejuaraan Pencak Silat: Antara Prestasi dan Pelestarian Tradisi”, Kamis (17/07/2025) malam.
Menurutnya, para atlet pencaksilat tidak hanya dituntut untuk meraih prestasi setinggi-tingginya di berbagai level kompetisi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga akar budaya silat sebagai warisan tradisi bangsa.
“Ini yang paling penting, karena silat bukan sekadar bela diri, tapi bagian dari identitas budaya kita. Jangan sampai prestasi dicapai dengan mengorbankan ruh tradisinya,” tegasnya.
Dengan semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap pencaksilat terus tumbuh sebagai olahraga prestasi yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal, mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional, sembari tetap menjadi penjaga tradisi yang luhur.
“Semoga kegiatan NGULIK Roadshow dan kejuaraan pencaksilat yang berlangsung besok berjalan dengan baik dan lancar, serta memberi manfaat besar bagi perkembangan pencaksilat di daerah,” pungkasnya. (REDJAVA****)








