JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan ratusan paket bantuan logistik kepada warga terdampak bencana alam akibat hujan deras disertai angin kencang di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan penyaluran bantuan ini turut melibatkan Camat Pragaan, Indra Henawan, bersama pemerintah desa setempat, guna memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran, Jum’at (06/02/2026).
Berdasarkan data resmi BPBD Sumenep, bantuan yang disalurkan kepada warga terdampak di Kecamatan Pragaan meliputi 150 paket sembako dan 50 paket hygiene kit. Selain itu, pemerintah daerah juga mendistribusikan 50 lembar terpal, 100 selimut, serta 50 paket family kit untuk membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana.
Untuk kebutuhan sandang, Pemkab Sumenep melalui BPBD menyalurkan masing-masing 50 paket sandang pria dan 50 paket sandang wanita. Sementara untuk kebutuhan konsumsi, disalurkan 50 dus paket lauk pauk atau setara 400 paket, 50 paket perlengkapan makanan, serta 10 dus biskuit klepon dengan total sekitar 400 keping.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Achmad Laili Maulidi, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk respons cepat dan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui BPBD bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana alam di Kecamatan Pragaan. Kami juga melibatkan camat dan pemerintah desa agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Achmad Laili Maulidi kepada media ini.
Pihaknya menjelaskan, pendataan dan distribusi bantuan dilakukan secara terkoordinasi bersama unsur kecamatan dan desa untuk menghindari tumpang tindih serta memastikan ketepatan sasaran.
“Sinergi dengan Camat Pragaan dan pemerintah desa sangat penting. Mereka paling memahami kondisi warganya, sehingga bantuan yang disalurkan bisa sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.
Achmad Laili menegaskan, BPBD Sumenep terus melakukan pemantauan dan evaluasi pascapenyaluran bantuan, sekaligus membuka ruang penyesuaian jika masih ditemukan kebutuhan tambahan.
“Kami akan terus memantau kondisi warga terdampak. Apabila di lapangan masih diperlukan bantuan lanjutan, Pemkab Sumenep melalui BPBD siap melakukan penambahan sesuai hasil evaluasi,” tutup Laili sapaannya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan serta segera melapor kepada aparat desa, kecamatan, atau BPBD jika terjadi kondisi darurat. (REDJAVA/$$$)











