JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana angin puting beliung yang melanda Desa Langsar, Kecamatan Saronggi dan Desa Matanair, Kecamatan Rubaru. Sejak pagi hari pascakejadian, jajaran Pemkab Sumenep langsung turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan darurat.
Langkah cepat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, didampingi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), BPBD Kabupaten Sumenep, Baznas, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana). Tim gabungan menyisir lokasi terdampak sekaligus menyerahkan bantuan langsung kepada warga yang rumah dan fasilitasnya rusak akibat terjangan angin kencang.
Bantuan darurat yang disalurkan mencakup uang tunai, paket sembako, terpal, selimut, serta makanan siap saji. Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat sekaligus membantu proses awal pemulihan pascabencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bencana merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam melindungi masyarakat.
“Pemerintah daerah harus hadir cepat ketika masyarakat tertimpa musibah. Ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral pemerintah kepada warganya. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang merasa sendiri menghadapi musibah ini,” ucap Wakil Bupati KH. Imam Hasyim.
Sementara ditempat yang sama, Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Dr. R. Rahman Riadi, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pihaknya bergerak segera setelah menerima laporan dari pemerintah desa dan aparat kecamatan terkait bencana tersebut.

“Begitu laporan masuk, kami langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen cepat. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan warga, pendataan korban terdampak, serta penyaluran bantuan darurat secara tepat dan cepat,” ujar Rahman Riadi.
Ia menambahkan, pendataan awal menunjukkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding akibat terjangan angin puting beliung. Oleh karena itu, bantuan terpal dan logistik darurat menjadi kebutuhan mendesak bagi warga.
“Bantuan yang kami salurkan hari ini disesuaikan dengan kebutuhan paling mendesak di lapangan, mulai dari makanan siap saji, selimut, hingga terpal untuk rumah yang atapnya rusak. Kami tidak ingin ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar pascabencana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rahman Riadi menegaskan bahwa Dinsos P3A tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan awal, tetapi juga akan melakukan pendampingan berkelanjutan hingga kondisi warga benar-benar pulih.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan BPBD, Baznas, dan perangkat daerah lainnya untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan. Pendampingan sosial akan terus dilakukan, termasuk bagi kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan lansia,” pungkas Rahman Riadi.
Pemkab Sumenep juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat kondisi cuaca yang masih berfluktuasi. Seluruh OPD terkait diminta tetap siaga dan responsif terhadap setiap laporan kejadian bencana demi meminimalkan risiko dan dampak yang lebih luas. (REDJAVA/$$$)








