Hal itu disampaikan saat pelantikan pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Sumenep periode 2025–2029 di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, organisasi olahraga tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun prestasi. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, sekolah, klub olahraga, pelatih, dan orang tua atlet untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang solid.
“PBVSI harus menjadi motor penggerak pembinaan bola voli di daerah dengan memperkuat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo di sela kegiatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa potensi atlet bola voli di Kabupaten Sumenep sangat besar, namun memerlukan sistem pembinaan yang terarah agar kemampuan mereka dapat berkembang secara maksimal.
“Kita memiliki banyak talenta muda yang potensial. Mereka membutuhkan pembinaan yang serius, konsisten, dan berkelanjutan agar mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang realistis dan terukur, termasuk pembinaan atlet secara berjenjang mulai dari tingkat pelajar hingga senior.
Program tersebut harus menjadi bagian dari rencana jangka panjang organisasi, bukan sekadar persiapan menjelang kompetisi.
“Pembinaan olahraga tidak boleh bersifat insidental. Harus ada sistem yang jelas mulai dari pencarian bakat di sekolah, pembentukan klub usia dini, hingga pemusatan latihan atlet potensial,” tegasnya.
Selain pembinaan, penyelenggaraan kompetisi rutin dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas atlet sekaligus mengukur hasil latihan yang telah dilakukan.
“Kompetisi yang berkelanjutan akan menjadi ruang evaluasi dan motivasi bagi atlet untuk terus berkembang. Dengan sinergi yang kuat, saya optimistis atlet bola voli Sumenep mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” pungkasnya. (REDJAVA/$$$)











