JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di ruang kelas. Kesadaran itu harus dibangun melalui aksi nyata yang melibatkan generasi muda secara langsung.
Semangat itulah yang mendorong mahasiswi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Annuqayah menggelar program Green Action For Sustainable Future. Penguatan Perilaku Pro-Lingkungan Melalui Pemilahan Sampah dan Penghijauan di Guluk-Guluk.
Kegiatan yang dibuka di Pendopo Kecamatan Guluk-Guluk pada Minggu kemarin tersebut melibatkan sekitar 60 pelajar dari tujuh lembaga pendidikan. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak usia dini melalui edukasi dan aksi berkelanjutan yang akan berlangsung selama satu bulan penuh.
Sejak pembukaan kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian seminar lingkungan yang dikemas interaktif.
Tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, para pelajar juga akan diterjunkan langsung dalam berbagai aksi lingkungan, mulai dari pemilahan sampah, pengolahan limbah menjadi paving block hingga kegiatan penghijauan.
Ketua Panitia, Imroatul Maghfirah, mengatakan bahwa pelajar dipilih sebagai sasaran utama karena mereka memiliki peran strategis dalam membentuk budaya lingkungan yang lebih baik di masa depan.
“Kami merasa pengenalan tentang kesadaran akan kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini Oleh karena itu, kami melibatkan pelajar agar mereka dapat menjadi agen perubahan dan pelopor perilaku peduli lingkungan di lingkungannya masing-masing,” kata Imroatul, Selasa (09/06/2026)
Menurutnya, perubahan besar sering kali berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, program tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Imroatul menilai generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan sosial, termasuk dalam upaya mengurangi persoalan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan di tingkat lokal.
“Harapan kami, para peserta tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu mengajak keluarga, teman, dan masyarakat sekitar untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya menambahkan.
Melalui program Green Action For Sustainable Future, para mahasiswa berharap lahir generasi muda yang memiliki kesadaran ekologis yang kuat, berani mengambil peran dalam menjaga lingkungan, serta mampu menularkan semangat perubahan kepada masyarakat luas.
Di tengah meningkatnya tantangan lingkungan, mulai dari persoalan sampah hingga berkurangnya ruang hijau, gerakan yang digagas mahasiswa ini menjadi langkah nyata untuk menumbuhkan kepedulian kolektif.
Dengan melibatkan pelajar sebagai ujung tombak, program tersebut diharapkan dapat menciptakan dampak berkelanjutan yang tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah, tetapi juga di tengah kehidupan masyarakat Guluk-Guluk secara lebih luas. (REDJAVA****)












