Pantang Mundur, Santun Juga Bisa Galak: Keraton Langit Serukan Spirit Pejuang di Tengah Badai Zaman

- Redaksi

Kamis, 6 Maret 2025 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengasuh Keraton Langit Kiai Abdul Adhim

Pengasuh Keraton Langit Kiai Abdul Adhim

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah derasnya arus kehidupan yang penuh tantangan, Keraton Langit kembali menyuarakan pesan moral yang menggugah jiwa: Tetap Tegar, Apapun yang Terjadi.

Pesan ini bukan sekadar slogan, tetapi sebuah ajakan spiritual dari Kiai Abdul Adhim, pengasuh Keraton Langit, agar masyarakat tetap teguh menghadapi ujian hidup dengan ketabahan dan keyakinan.

Dalam perbincangan eksklusif, Kiai Abdul Adhim mengungkapkan bahwa tiga kekuatan utama harus menjadi pegangan dalam menghadapi badai kehidupan, yaitu Doa Guru, Doa Leluhur, dan Shalawat Nabi.

Menurutnya, doa adalah benteng spiritual yang dapat menuntun setiap insan agar tidak goyah dalam menghadapi cobaan.

“Santri harus kuat, petani harus gigih. Kita ini keturunan pejuang, tidak boleh mudah menyerah. Jangan sampai doa guru dan leluhur kita sia-sia hanya karena kita lemah menghadapi ujian kecil,” tegasnya.

Pesan lain yang tak kalah menarik dalam pamflet yang kini viral adalah semboyan “Pantang Mundur Santun Juga Bisa Galak”.

Kiai Abdul Adhim menegaskan bahwa kesantunan bukan berarti kelemahan, dan ketegasan bukan berarti kebrutalan.

“Santun itu penting, tapi kalau ada kebenaran yang harus diperjuangkan, kita tidak boleh diam. Kebaikan harus dipertahankan, ketidakadilan harus dilawan, tentu dengan cara yang beradab dan penuh kebijaksanaan,” jelasnya.

Sebagai pemimpin spiritual, Kiai Abdul Adhim juga menyinggung makna semboyan “Saya Santri, Saya Petani”. Baginya, santri dan petani adalah dua pilar utama yang mencerminkan kerja keras dan ketekunan.

“Santri bukan hanya mereka yang mengaji di pesantren, tapi siapa saja yang mau terus belajar. Dan petani adalah simbol kesabaran, sebab menanam butuh proses, dan panen butuh waktu. Jangan terburu-buru ingin hasil, semua ada jalannya,” ungkapnya.

Dengan semboyan “Mengubah Tanah Menjadi Emas”, Keraton Langit ingin menginspirasi masyarakat agar tidak mudah putus asa dalam menghadapi kehidupan. Setiap orang punya potensi besar yang bisa diwujudkan, asalkan memiliki niat dan tekad yang kuat.

“Kita ini hidup di tanah yang subur, baik secara lahir maupun batin. Kalau kita rawat dengan baik, kita akan melihat bagaimana tanah ini benar-benar bisa menjadi emas,” pungkas Kiai Abdul Adhim. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU