Pagi Hangat di Warkop Perpusda : Secangkir Kopi, Sepiring Tawa, dan Kejutan Jagung Palotan

- Redaksi

Kamis, 9 Januari 2025 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagi Hangat di Warkop Perpusda : Secangkir Kopi, Sepiring Tawa, dan Kejutan Jagung Palotan

Pagi Hangat di Warkop Perpusda : Secangkir Kopi, Sepiring Tawa, dan Kejutan Jagung Palotan

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Matahari baru saja terbit di ufuk timur ketika saya melangkahkan kaki menuju Warung Kopi Permusyawaratan Pusat dan Daerah (Warkop Perpusda).

Tempat ini bukan sekadar warung kopi biasa, melainkan destinasi legendaris bagi para pecinta kopi, obrolan santai, dan suasana hangat yang sulit ditemukan di tempat lain.

Seperti biasa, usai menuntaskan tugas negara mengantar anak sekolah, saya mampir ke warkop ini. Secangkir kopi hitam panas dan sepiring gorengan selalu jadi penyemangat pagi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hari itu, aroma khas kopi bercampur dengan gurihnya gorengan segera membangkitkan semangat saya yang masih tergerus rasa kantuk akibat kurang tidur.

Saat saya menikmati kopi, pandangan saya tertuju pada seorang lelaki tua di meja seberang. Dengan koran yang sudah dilipat rapi, ia tampak seperti sosok yang ingin berbagi cerita, menghangatkan suasana pagi.

Baca Juga :  Gandeng Komunitas Nemor, Rutan Sumenep Gelar Pendampingan Pengendalian Emosi Diri Bagi WBP

Merasa ada peluang untuk memulai obrolan, saya mengeluarkan sebungkus jagung palotan goreng, camilan khas dari Pulau Raas, Sumenep, yang saya bawa sebagai teman minum kopi.

“Pak, mau coba ini? Jagung palotan goreng, khas Sumenep. Renyah dan gurih, lho!” tawar saya sambil menyodorkan bungkusan itu.

Lelaki tua itu tersenyum, melirik saya sejenak, lalu menjawab dengan santun, “Terima kasih, Nak. Tapi saya nggak, deh.”

Awalnya, saya mengira ia belum lapar. Namun, rasa penasaran membuat saya mencoba lagi. “Pak, beneran nggak mau? Ini camilan khas daerah, jarang-jarang ada di luar Sumenep!”

Ia hanya tersenyum lebih lebar sambil menggeleng. Saya mulai bertanya-tanya, apakah ia tidak suka jagung, atau mungkin ada alasan lain? Rasa penasaran saya semakin memuncak.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan Babinsa Koramil 0827/14 Batang Batang Laksanakan Karya Bakti

“Pak, ini lho enak banget. Cuma sekali coba, pasti ketagihan!” Saya mencoba untuk ketiga kalinya.

Akhirnya, lelaki tua itu tertawa kecil, lalu mendekatkan diri ke arah saya. Dengan nada pelan, ia berbisik, “Nak, bukan saya nggak mau. Tapi… ya gigi saya udah tinggal cerita. Hahaha!”

Saya tertegun sesaat sebelum akhirnya tertawa bersamanya. “Waduh, Pak, maaf ya! Kirain nggak selera, ternyata ompong!”

Ia hanya mengangguk sambil terkikik, “Kalau mau nyumbang gigi palsu, saya nggak nolak, lho. Hahaha!”

Obrolan itu mengalir begitu hangat. Tak ada rasa sungkan, hanya tawa sederhana yang membuat pagi itu terasa istimewa. Jagung palotan yang saya tawarkan akhirnya saya nikmati sendiri, sambil terus berbincang ringan dengan si bapak.

Baca Juga :  Danramil 0827/22 Masalembu Hadiri Rapat Bulanan di Kantor Kecamatan

Suasana di Warkop Perpusda pagi itu tak hanya diisi aroma kopi dan gorengan, tetapi juga cerita dan tawa yang menyatukan dua orang asing. Bukan tentang apa yang dimakan atau diminum, tetapi tentang bagaimana interaksi sederhana bisa menghangatkan hari seseorang.

Setelah obrolan itu, saya menyadari satu hal, kehidupan sering kali menawarkan kebahagiaan melalui hal-hal kecil yang tak terduga. Secangkir kopi, sepiring jagung palotan, dan seorang lelaki tua dengan cerita giginya yang hilang, itulah yang membuat pagi di Warkop Perpusda menjadi kenangan yang tak terlupakan. (REDJAVA/Mas’odi****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU