JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sektor pariwisata di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menunjukkan geliat yang menjanjikan.
Hingga akhir Juli 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini tercatat mencapai Rp 617 juta, atau sekitar 52,86 persen dari total target tahunan sebesar Rp 1,182 miliar.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Moh. Ikhsan, menyampaikan bahwa angka tersebut mencerminkan tren positif kebangkitan industri pariwisata lokal pascapandemi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini capaian yang sangat menggembirakan. Artinya, kepercayaan dan minat wisatawan terhadap destinasi wisata di Sumenep terus meningkat. Kami optimistis target PAD tahun ini bisa tercapai, bahkan mungkin terlampaui,” ujarnya, Minggu (27/7/2025).
Menurut Ikhsan, lonjakan pendapatan ini tidak lepas dari meningkatnya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan, seperti Pantai Lombang, Slopeng, Asta Tinggi, hingga Museum Keraton Sumenep.
Selain itu, pemanfaatan teknologi dan strategi promosi digital turut menjadi kunci keberhasilan.
“Digitalisasi tiket, promosi aktif di media sosial, serta sinergi dengan pelaku usaha lokal memberikan dampak langsung terhadap naiknya kunjungan. Kami terus mendorong inovasi agar sektor ini makin kompetitif,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada destinasi, Disbudporapar juga bersiap menggelar sejumlah event pariwisata dalam beberapa bulan ke depan untuk mendorong arus kunjungan sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan sektor pariwisata sebagai salah satu lokomotif pemulihan ekonomi lokal, dengan melibatkan pelaku UMKM dan komunitas masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan.
“Pariwisata bukan sekadar tempat wisata, tapi pengungkit ekonomi rakyat. Kami ingin setiap geliat di sektor ini memberi manfaat nyata bagi warga,” pungkas Moh. Ikhsan. (REDJAVA****)








