JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak dini, Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) tahap 2 Bina Keluarga Balita Eliminasi Masalah Stunting (BKB EMAS) menggelar pertemuan ke-4 yang mengangkat tema krusial mengenai stimulasi perkembangan anak pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam kepada para orang tua, khususnya tentang cara menstimulasi kemampuan komunikasi pasif dan aktif, kecerdasan, serta motorik kasar dan halus pada anak.
“Melalui sesi ini, kami berharap para orang tua dapat menguasai teknik-teknik efektif dalam menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak, baik dalam hal komunikasi, kecerdasan, maupun motorik, yang semuanya penting di usia dini,” ujar Tria Novita, Kader Inti BKB Nikmatul Kubro Karangduak saat memberikan materi pada acara yang berlangsung pada Sabtu (18/1/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tria menambahkan, stimulasi yang diberikan pada masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun sangatlah vital, karena pada periode ini perkembangan otak dan jaringan tubuh anak sedang berlangsung dengan pesat.
“Selama masa emas ini, stimulasi yang diberikan orang tua, baik melalui sentuhan maupun suara, akan sangat berpengaruh pada pembentukan otak dan emosi anak,” jelasnya.
Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah perlunya perhatian terhadap gizi yang cukup dan stimulasi yang tepat sesuai usia anak.
“Orangtua memiliki peran kunci dalam memastikan anak mendapatkan gizi yang baik serta stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya, agar anak dapat tumbuh dengan optimal,” tutupnya.
Selain materi yang mendalam, kegiatan ini juga dihadiri oleh Bunda PAUD Kecamatan Kota Sumenep, Ella Yudi Nursukmadiyanto, yang memberikan sambutan penuh semangat.
“Ibu-ibu, teruslah semangat dalam belajar dan menjadi orang tua hebat demi masa depan anak-anak kita. Ingat, saat kita bisa mengelola emosi dengan bijak, anak-anak kita pun akan tumbuh bahagia dan sehat,” ucap Ella
Acara ini ditutup dengan sesi permainan Ular Tangga yang melibatkan semua peserta. Dalam permainan ini, setiap kelompok diminta untuk memilih pion dan pelempar dadu, sambil menyelami lebih dalam materi tentang stimulasi perkembangan anak pada masa 1000 HPK.
Dengan kegiatan yang interaktif dan penuh wawasan ini, diharapkan para orang tua semakin siap dan tahu bagaimana cara terbaik mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka.
“Sebab, keberhasilan masa depan anak dimulai dari langkah-langkah yang diambil sejak dini,” pungkasnya. (REDJAVA****)










